Biaya Kontainer Masuk Singapura Mahal, Pengusaha Batam Curhat ke JK

JawaPos.com- Kunjungan kerja Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK) ke Batam benar-benar dimanfaatkan oleh para pengusaha, Sabtu (2/2). Para pengusaha itu curhat terkait kondisi iklim usaha di Batam. Mereka merasa masih kesulitan melakukan ekspor.

Salah satu yang menghambat ekspor pengusaha Batam adalah mahalnya biaya kontainer. Agar kontainer bisa masuk Singapura, mereka harus membayar dua kali lipat dibanding harga Jakarta. Artinya, biaya masuk kontainer Batam-Singapura, lebih mahal dibanding Batam-Singapura.

Padahal, jarak antara Batam dengan Singapura hanya tiga jam perjalanan. Bandingkan dengan kontainer yang dikirim dari Jakarta. Butuh waktu tiga hari agar sampai ke Singapura.

Perusahaan yang berorientasi ekspor banyak mengeluhkan kondisi tersebut. Salah satunya adalah perusahaan perakitan handphone Petagron yang bekerja sama dengan PT Sat Nusapersada (SN).

“Biaya Batam ke Singapura 470 USD, sedangkan jakarta-Singapura hanya 250 USD. Padahal perjalanan dari Jakarta perlu waktu tiga hari, kami malah lebih mahal. Orang Pegatron minta kalau bisa turun sampai 50 persen,” jelas Direktur Utama PT SN Abidin Hasibuan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu sebab rendahnya produktivitas ekspor industri di Batam. Secara angka, produktivitas ekspor hanya 4 persen tahun lalu. Padahal dengan kemudahan dan insentif yang diberikan, seharusnya Batam bisa melakukan ekspor lebih banyak lagi.

Kondisi lain yang menjadi penghambat pengusaha adalah maraknya barang ilegal yang masuk ke Batam. Terutama smartphone. Pembeli cenderung memilih barang ilegal karena harganya yang lebih burah.

Abidin memperkirakan, 60 persen smartphone yang beredar di Indonesia adalah produk dari pasar gelap. Kondisi ini sangat berpengaruh pada industri smartphone yang baru berkembang di Batam.

Pengusaha menginginkan agar pemerintah membuat terobosan, agar kecenderungan ini tidak semakin besar. “Kami harapkan pemerintah menerapkan blokir imei, supaya ilegal smartphone bisa dicegah,” tambah Abidin.

Mendengar curhatan pengusaha soal mahalnya harga kontainer itu, JK berjanji akan langsung mencari tahu akar masalahnya. Seharusnya sebagai kawasan perdagangan bebas, status Batam begitu strategis untuk mendukung perekonomian nasional.

“Besok saya minta Menteri Perhubungan memperbaiki ini. Kenapa biaya kontainer Batam lebih mahal dibanding Jakarta,” kata JK ketika memberikan arahan

Editor           : Dida Tenola

Reporter      : Bobi Bani