BI Malang Ajak Pemda Bikin Kartu Parkir untuk Permudah Transaksi

Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan

KOTA MALANG – Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT) terus-menerus digencarkan oleh Bank Indonesia (BI). Transaksi non tunai atau cashless kini menjadi tren yang lambat laun mulai digunakan masyarakat meski perkembangannya tidak signifikan tinggi.

Model transaksi ini menurut Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan dalam masyarakat masih di dominasi pada e-toll dan transaksi supermarket, hingga mall. Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari misalnya untuk parkir, masyarakat masih menggunakan metode pembayaran tunai.

Wacananya, Azka akan bekerjasama dengan pihak Pemerintah Daerah maupun Dinas Perhubungan yang terkait langsung dengan masalah parkir untuk membuat sebuah kartu parkir. Kartu parkir ini proyeksinya akan sama seperti yang digunakan di Gianyar, Bali.

“Cashless akan terus dikembangkan mungkin misalnya salah satunya dengan menciptakan kartu parkir seperti di Bali itu ya. Jadi kalau parkir tinggal tap aja udah bisa, nggak perlu ngeluarin uang dan ribet kembalian,” paparnya.

Lalu bagaimanakah dengan sistem barcode yang kini juga mulai menjarah di kehidupan sehari-hari? Barcode sendiri kini sudah banyak kita temui di warung, kafe, maupun UMKM lain untuk memudahkan transaksi cashless dengan bantuan aplikasi gadget.

“Semuanya akan kita kembangkan, keduanya bisa berjalan beriringan. Karena barcode sendiri memang sudah menjadi sistem yang terbukti efektif dan efisien. Ujung-ujungnya kan sama-sama non-tunai. Saya berharap keduanya berkembang, karena cetak uang mahal loh bisa triliunan,” tambah dia.

Ke depan, Azka berharap masyarakat meningkatkan lagi transaksi pembelanjaan menggunakan metode non-tunai. Sebab menurutnya, transaksi tunai merupakan budaya yang sudah kuno.

“Kalau sudah banyak cashless enak kan dompet nggak perlu tebal, isinya cuma kartu. Gak perlu uang berlembar-lembar, ah kuno itu,” tutupnya.

Pewarta: Rida Ayu
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Rida Ayu