BI Ajak Emak-emak Tekan Inflasi dari Halaman Rumah

KOTA MALANG – Sinergitas Pemerintah Kota Malang dan Bank Indonesia diupayakan terus-menerus untuk menekan inflasi. Salah satunya dengan pemberian bantuan kepada Tim Penggerak PKK (TP PKK) untuk mendukung program HATINYA (Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman).

Kesepakatan antara Pemkot dan BI telah dilakukan dengan penandatanganan kesepakatan, Senin (6/5) di Ruang Sidang Balai Kota Malang. Wali Kota Malang, Sutiaji berharap program pemanfaatan lahan rumah ini mampu membuat masyarakat memproduksi pangan secara mandiri.

“Harga pasar kita ini kan ditentukan oleh pasarnya sendiri bukan negara. Sehingga untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar, program ini mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan untuk menanam pangan seperti cabe dan tomat,” bebernya.

Di saat masyarakat bisa melakukan manajemen pembelanjaan keuangan dengan baik dan tidak fluktuatif, hal itu akan amat sangat membantu mengelola inflasi di kota Malang.

Lebih lanjut menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Azka Subhan kerja sama dengan pemkot terus dilakukan. Meliputi berbagai bidang diantaranya, mulai dari penelitian, pelatihan, sosialisasi, fasilitasi, pengembangan klaster, pertukaran data dan informasi, serta percepatan implementasi pemanfaatan skim kredit dan pembiayaan, dalam rangka pengembangan perekonomian dan sosial di kota Malang.

“Program apa saja bisa dikerja samakan, sepanjang mendukung pengelolaan inflasi daerah dan mendukung pertumbuhan perekonomian daerah, itu kita dukung,” tegas dia.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa pada April 2019, inflasi Kota Malang menduduki peringkat kedua se-Jatim yakni 0,44 persen di bawah jember yang berada pada angka 0,45 persen. Menurut Kepala Badan Pusat statistik (BPS) Kota Malang, Drs. Sunaryo, M.Si, inflasi di Kota Malang disebabkan adanya peningkatan beberapa komoditas.

“Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok transportasi, komunikasi dan jasa, keuangan sebesar 1.62 persen. Paling tinggi adalah tiket pesawat kemudian diikuti kelompok bahan makanan sebesar 0.73 persen, yakni tertinggi pada komoditas bawang putih,” bebernya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Laoh Mahfud
Penyunting: Fia