Bhayangkara FC kalah 2-4 Saat Menghadapi FC Tokyo di SUGBK

Bhayangkara FC kalah 2-4 Saat Menghadapi FC Tokyo di SUGBK

Ini merupakan laga persahabatan dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Jepang. Bhayangkara FC dipilih sebagai lawan untuk menghadapi FC Tokyo karena statusnya sebagai juara Liga 1 2017.

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono mengatakan, PSSI turut bangga dengan digelarnya laga Bhayangkara FC melawan FC Tokyo di SUGBK. Joko menyebut laga ini menjadi momentum penting kerja sama Indonesia dan Jepang dalam sepak bola. Sebelumnya PSSI juga sudah membuka kerja sama di beberapa bidang dengan asosiasi sepak bola Jepang, JFA.

Awan Setho saat berbenturan dengan Diego Oliveira
(Chandra Satwika/Jawa Pos)

“Indonesia dan Jepang memiliki hubungan diplomasi yang bagus. Lewat sepak bola hubungan diplomasi kedua negara akan kita pererat dan terus kita jaga. Laga Bhayangkara FC dan FC Tokyo akan menjadi momentum yang sangat penting bagi kami semua,” beber Joko seperti dilansir laman resmi PSSI.

Hanya saja, harapan Jokdri – sapaan akrabnya, untuk melihat Bhayangkara FC meraih kemenangan gagal terwujud. Meski sempat membalikkan keadaan menjadi 2-1, tim asuhan Simon McMenemy itu harus mengakui keunggulan FC Tokyo dengan skor 2-4.

FC Tokyo, anggota J-League, unggul cepat pada menit ketiga berkat gol sundulan defender senior sekaligus kapten tim Masato Morishige. Dia memanfaatkan umpan tendangan bebas dari Kosuke Ota. Setelah gol tersebut, pertandingan menjadi lebih menarik. Bhayangkara FC berusaha mengimbangi permainan FC Tokyo. Kedua tim saling bergantian melakukan serangan. Namun, hingga babak pertama berakhir, tak ada tambahan gol. FC Tokyo memimpin 1-0.

Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC terus melakukan tekanan. Dimotori penyerang asal Brasil David da Silva, beberapa kali mereka melakukan tekanan. Ini untuk merespons serangan yang dilakukan FC Tokyo.

Pada menit 54, Bhayangkara FC berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat penalti David da Silva. Penalti diberikan wasit setelah tendangan David da Silva terlihat sengaja ditahan oleh Morishige dengan tangannya. Bisa dibilang kapten FC Tokyo itu ibarat from hero to zero. Tendangan David da Silva mampu mengecoh kiper Akihiro Hayashi. Skor menjadi 1-1.

Pertandingan sempat terhenti lantaran adanya insiden yang melibatkan striker FC Tokyo, Diego Oliveira dengan kiper Bhayangkara FC, Awan Setho Raharjo. Dalam sebuah serangan, Awan Setho maju untuk mengamankan bola. Namun, Diego sepertinya tak bisa menghentikan laju larinya dan kakinya terlihat membentur kepala Awan Setho.

Tak pelak, kejadian ini mengingatkan tragedi yang dialami almarhum Chorul Huda, kiper Persela Lamongan. Kala itu, dia berbenturan dengan rekannya sendiri.

Respons cepat langsung diberikan tim medis. Terlihat tim medis lebih berhati-hati memberikan pertolongan pertama bagi Awan Setho. Ambulans disiapkan dan Awan Setho harus dilarikan ke rumah sakit. Kita semua berharap Awan Setho lekas segera pulih.

Pertandingan kembali dilanjutkan dan Bhayangkara FC menurunkan beberapa pemain pengganti, salah satunya penyerang Marinus Mariyanto Wanewar dan kiper Fauzal Mubaraq yang menggantikan Awan Setho. Masuknya Marinus langsung membuahkan hasil. Dia membawa Bhayangkara FC unggul 2-1 pada menit 70. Gol berawal dari akselerasi dari David da Silva. Tendangannya membentur salah satu pemain FC Tokyo. Bola liar langsung dihantam oleh Marinus dengan kaki kiri dan meluncur mulus ke gawang FC Tokyo.

Namun, keunggulan Bhayangkara FC tak berlangsung lama. Pemain pengganti Takefusa Kubo mampu membawa FC Tokyo menyamakan kedudukan pada menit 76 menjadi 2-2. Bahkan, pada menit 86, FC Tokyo berbalik kembali memimpin setelah Ryoichi Maeda, yang juga pemain pengganti, mampu mencetak gol ke gawang Fauzal Mubaraq. FC Tokyo unggul 3-2.

Saat laga akan berakhir, Kubo mencatatkan namanya kembali di papan skor. Dia mencetak gol keduanya pada masa injury time dan membawa FC Tokyo mengunci kemenangan atas Bhayangkara FC dengan skor 4-2.

Bagi pelatih FC Tokyo, Kenta Hasegawa, ini merupakan kemenangan kedua dia di SUGBK. PAda 2014 silam, dia melatih Gamba Osaka dan menghadapi Persija Jakarta dalam laga persahabatan serta meraih kemenangan dengan skor 3-0.

Hasegawa sendiri mengaku sempat kaget dengan perubahan SUGBK. Dia menilai perubahannya sangat luar biasa dan SUGBK menjadi semakin megah.

Bhayangkara FC 2-4 FC Tokyo
(David da Silva 54-p, Marinus 70 – Morishege 3, Kubo 76, 90, Maeda 86)
SUSUNAN PEMAIN
Bhayangkara FC: Awan Setho, I Putu Gede, Vladimir Vujovic, Alsa Putra, Nurhidayat, Ichsan, Paulo Sergio, Lee Yoo Jun, Dendy Sulistyawan, Sani Rizky, David Aparecido Da Silva
Pelatih: Simon McMenemy

FC Tokyo: Akihiro Hayashi, Sei Muroya, Masato Morishige, Yuichi Maruyama, Kosuke Ota, Kensuke Nagai, Kento Hashimoto, Keigo Higashi, Kotaro Omori, Diego Oliveira, Cayman Togashi
Pelatih: Kenta Hasegawa


(epr/JPC)