Betah di Indonesia, karena Mayoritas Penduduknya Muslim

MALANG KOTA – Sebagai pemain asing, Makan Konate bisa dikatakan betah berkarir di kompetisi Indonesia. Pemain asal Mali tersebut tercatat sudah bermain di Indonesia sejak 7 tahun lalu. Dalam kurun waktu tersebut, ada lima kesebelasan yang telah dibelanya. Mulai dari PSPS Pekanbaru dan Barito Putera tahun 2013, Persib 2014 dan 2015, Sriwijaya 2018, terakhir Arema FC mulai dari 2018 sampai sekarang.

Ada sejumlah alasan yang membuat pemain 28 tahun itu kerasan berlaga di kompetisi sepak bola tanah air. Salah satunya adalah karena Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. ”Hal yang membuat saya suka Indonesia, yang pertama adalah karena negara muslim,” ungkap dia. Dia melanjutkan, ada banyak tempat ibadah (masjid) yang membuat Konate sering mendengar suara azan.

Sebagai sosok terkenal dari lapangan hijau, Konate terbilang pesepak bola yang religius. Dia kerap mengisi waktu luangnya dengan membaca ayat-ayat suci Alquran. Selain itu, juga tidak pernah meninggalkan salat lima waktu. Pernah Konate salat di dalam pesawat terbang agar tidak meninggalkan salat Ashar. ”Sebetulnya bisa dijamak, tapi saya tidak mau melakukannya,” ungkap dia.

Hal yang membuat Makan Konate betah berkarir di Indonesia adalah karena orang-orang tanah air punya sikap ramah dan fanatik dengan sepak bola. ”Suporter di Indonesia selalu memenuhi stadion, baik itu di Liga 2, Liga 1, sampai tarkam,” terang dia.

Baginya, kondisi tersebut jarang ditemukannya ketika berkarir di klub-klub luar negeri. Selain itu, dia juga menyukai suporter di Indonesia lantaran tidak banyak melakukan hal-hal rasisme.

Selama bermain di Kompetisi Indonesia, Konate sukses menciptakan total 55 gol. Saat berkostum Arema FC menjadi masa paling subur untuk pesepak bola asal Mali tersebut.

Dua musim bermain di Bumi Arema, pesepak bola berusia 28 tahun itu sukses menorehkan 29 gol. Pertama 13 gol di musim Liga 1 2018/2019. Dan untuk sementara 16 gol di kompetisi Liga 1 musim 2019/2020. Kondisi yang membuat dia masuk jajaran top score Liga 1 2019.

Pewarta : Galih Prasetya
Penyunting : Amalia Safitri
Penyunting : Aris Dwi Kuncoro