Bertani Apel Rugi, Patani di Batu Beralih ke Mawar

Bungan mawar produk petani Batu

KOTA BATU – Dulu bertani apel, kini beralih ke bunga mawar. Begitulah yang dialami masyarakat Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu saat ini.

Pasalnya buah apel dirasa tidak lagi menguntungkan petani. Biaya perawatan yang semakin mahal juga disinyalir sebagai penyebab petani berpaling, karena tidak sesuai dengan pendapatan masyarakat di sana.

“Sekarang sudah banyak yang beralih sebagai petani bunga mawar. Karena perawatan apel mulai susah dan mahal, bahkan bulan Januari – Februari yang lalu banyak petani yang mengalami kebangkrutan,” ujarnya Kepala Desa Sumbergondo, Nuryuwono.

Selain itu, adanya hama, penyakit, PH tanah, hingga mahalnya pupuk dan obat, tengkulak yang membuat harga apel murah yang menjadikan petani merugi semakin meresahkan. Ketika beralih ke bunga mawar, petani lebih banyak mendapat keuntungan dan bisa melakukan panen setiap dua hari sekali.

“Kalau mawar dijual per tangkainya Rp 400 rupiah, tapi sekali panen hasilnya mencapai tiga ribu tangkai. Jadi banyak yang beralih ke sana, terlebih bisa panen tiap 2 hari sekali,” pungkasnya.



Pewarta: Arifina
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Rubianto