Bertambah, 442 Perusuh Di Jakarta Ditetapkan Sebagai Tersangka

JawaPos.com – Polri terus berupaya melakukan upaya penegakkan hukum terhadap para perusuh dalam aksi 22 Mei 2019 lalu. Satu per satu terduga provokator diamankan, dan dilakukan penahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, jumlah perusuh yang ditetapkan sebagai tersangka sudah bertambah. Jika sebelumnya sudah 300 tersangka, saat ini sudah 442.

“Tersangka sekarang sudah 442. Belum ada barang bukti tambahan,” ujar Dedi saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (24/5).

Meski begitu, Dedi belum dapat merinci 442 tersangka ini ditangkap di wilayah mana saja. Jumlah tersebut merupakan total keselurahan yang diamankan dari sejumlah titik kerusuhan seperti depan kantor Bawaslu, Slipi, depan asrama Brimob, sekitar Polsek Gambir dan tempat lainnya.

Penyandang bintang satu polri itu juga belum bisa menyebutkan dari tersangka yang ditangkap apakah seluruh laki-laki atau ada perempuannya. Saat ini Mabes Polri masih berupaya mengumpulkan data lengkapnya.

“Saya belum dapat rinciannya, nanti saya sampaikan updatenya yah,” imbuh Dedi.

Sebelumnya, Dedi juga menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan sementara, para perusuh ini berasal dari sejumlah wilayah. Serta ada massa bayaran. “(Dari) Jawa Barat, Banten, baru sisanya itu betul preman Tanah Abang. Preman Tanah Abang ya dibayar,” imbuhnya.

Pernyataan itu diperkuat dari ditemukannya sejumlah barang bukti seperti amplop kosong dengan tulisan masing-masing Rp 300 ribu per hari. Uang tersebut diberikan kepada massa bayaran itu setiap mereka datang ke lokasi unjuk rasa. “Termasuk kendaraan juga didalami penyidik,” sambung Dedi.

Adapun barang bukti lain yang diamankan antara lain, uang dalam pecahan rupiah maupun dollar, bom molotov, benda-benda tajam, senjata tajam seperti parang, dan celurit. Kemudian juga ada petasan dengan berbagai ukuran.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menyebutkan peran dari sejumlah massa yang ditangkap. Perusuh di depan Gedung Bawaslu RI melawan petugas yang melakukan pengamanan di sana. Mereka juga merusak bahkan memaksa masuk ke Gedung Bawaslu RI.

“Di Bawaslu ditangkap karena yang bersangkutan melawan petugas yang sedang bertugas. Kemudian juga melakukan perusakan dan memaksa masuk ke Bawaslu,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (22/5).

Kemudian, untuk di kawasan Petamburan massa melakukan penyerangan Asrama Brimob. Massa bahkan membakar kendaraan operasional yang ada di sana. “Di Petamburan, pembakaran mobil dan penyerangan asrama,” ujarnya.

Lalu, untuk di lokasi yang terakhir yakni di kawasan Gambir, massa coba menyerang Asrama di Polsek Metro Gambir berikut Mako Polsek Metro Gambir. Beruntung kejadian tak sampai bernasib seperti di Asrama Brimob kawasan Petamburan. “Di Gambir, penyerangan asrama di Gambir dan Polsek Gambir,” ujar dia lagi.

Editor : Kuswandi

Reporter : Sabik Aji Taufan