Berkat Kampung Heritage Kayutangan, Prof Lalu Mulyadi Jadi Profesor ITN Malang

Rektor ITN Malang, Dr Ir Kustamar MT (kanan) saat mengukuhkan Prof Dr Lalu Mulyadi sebagai guru besar.

KOTA MALANG – Tahun lalu, Wali Kota Malang Sutiaji menetapkan kawasan kayutangan sebagai Ibukota Heritage Malang Raya. Sebelum pencanangan itu, Dosen ITN (Institut Teknologi Nasional) Malang Prof Dr Ir Lalu Mulyadi telah melakukan riset di kawasan tersebut.

Riset itu dia tuangkan dalam paper ‘Arsitektur Kota Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal’.

Profesor bidang ilmu arsitektur ini menjelaskan 3 tujuan utama arsitektur kota. Yakni aspek kenyamanan, aspek kekuatan atau kekokohan dan terakhir aspek keindahan.

“Jika dikaitkan dengan pembangunan berwawasan identitas, fungsi dan peran arsitektur kota menjadi signifikan dalam menjaga warisan budaya yang tercermin,” ujar Lalu saat orasi.

Bersamaan dengan pengukuhannya, ia juga meluncurkan buku yang digarap bersama dua dosen ITN Malang lainnya. Buku yang berjudul ‘Potensi Kampung Heritage Kayutangan Sebagai Destinasi Wisata di Kota Malang’ itu merupakan wujud dari penelitiannya.

Di buku tersebut dijabarkan bahwa selain arsitekturnya yang khas, Kayutangan juga mencerminkan wajah kota. Seperti gereja dan masjid yang bersanding, toko buku, toko eskrim, sampai hotel dengan bangunan kunonya.

Oleh karena itu ia mengusulkan agar ada konsep ulang untuk bisnis yang ada di lingkungan sekitar Kayutangan. Bersamaan dengan itu pun promosinya harus melaju kencang seperti Malioboro di Yogyakarta. Termasuk jalur pedestrian yang perlu pembenahan.

“Pesan untuk pemerintah keraifan lokal itu sebagai suatu eleman yang menunjang untuk kenyamanan bagi yang tinggal di sana. Ibaratnya rumah bagaimana rumah itu bisa nyaman ditinggali meski dijujuk banyak wisatawan,” bebernya.

Sementara itu, Rektor ITN Malang, Dr Ir Kustamar MT mengatakan bahwa Prof Lalu merupakan profesor ke 5 ITN Malang dan sekaligus profesor aktif kedua. Ia menargetkan tahun ini ada 3-4 guru besar baru di ITN Malang.

“Insya Allah nambah jadi 3 atau 4. Para dosen ini sekarang sedang berproses. Ya semoga saja sampai akbir 2020 mencapai target.

Dalam pengukuhan itu hadir pula Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) wilayah VII Jawa Timur, Prof Dr Ir Suprapto DEA. “Hebat sekali ITN Malang ini. Memang di 2020 ini saya targetkan universitas swasta meencetak minimal 25 guru besar,” ujar dia.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: istimewa

Editor : Indra M