Berkat Biskuit untuk Anak Autis, Tim UIN Malang Berjaya di Ajang Internasional

KOTA MALANG – Tim Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil mengharumkan nama kampusnya dalam ajang tingkat internasional. Yakni meraih juara ketiga dalam lomba International Invention & Innovate Competition InIIC Series 2019 di Malaysia, 1-2 November lalu.

Dalam lomba tersebut tim yang beranggotakan Erma,  Neny Aprilia Zanira Putri Mahfiea, Miftakhul Jannah, dan Ayu Sartika itu bersaing dengan 247 tim berasal dari berbagai negara di Asia. Yakni dalam kategori Higher Institution atau khusus peserta mahasiswa mahasiswa.

Ajang tersebut digelar di Palace of Golden Horses, Selangor, Malaysia, “Kami lomba di kategori Teknologi Pangan,” imbuhnya.

Erma mengatakan di kategori teknologi pangan itu, timnya mengandalkan plan bisnis produk biskuit khusus untuk penyandang autis.

Ia dan timnya menemukan bahwa hitungan harga jual produk biskuit tersebut bisa dikurangi. “Dengan cara mengganti bahan baku dari bahan limbah, yaitu kulit semangka sebagai bahan utama pembuatan biskuit,” imbuhnya.

Hal itu ia jelaskan berdasarkan papernya yang telah lolos seleksi di kompetisi tersebut berjudul “Warind’s biscuit (watermelon rind biscuit): biscuit specially for autism sufferers” pada 7 Oktober.

“Bahan baku dari kulit semangka itu juga sehat ternyata, jadi tidak membahayakan pengkonsumsinya. Itu inovasi kami,” tuturnya.

Dengan meraih medali perunggu tersebut ia dan keempat temannya sangat bersyukur. Sebab ia tidak menyangka bisa mengangkat nama UIN Malang di ajanhgtingkat international.

“Apalagi kebanggaan tersebut juga karena kami mengangkat permasalahan yang menjadi perhatian yaitu anak autis,” tuturnya.

Pewarta: Bob Bimantara Leander

Foto : Istimewa

Editor : Indra