Berkali Kali Diskusi Atasi Macet, Kota Malang Tetap Saja Macet

Arus lalu lintas di flyover Jalan A. Yani kemarin (14/4) tampak macet parah. Hal itu dipicu tingginya volume kendaraan dari arah utara.

KOTA MALANG – Kepala Bidang Lalu Lintas, Agoes Moeliadi menyatakan jika kemacetan di Kota Malang ini terjadi lantaran tidak ada keseimbangan antara pertumbuhan jaringan jalan dengan volume kendaraan. Sehingga tak mengejutkan baginya, jika Kota Malang menjadi Kota Macet nomor tiga se-Indonesia.

“Pertumbuhan jalan baru di Kota Malang sangat kecil sekali. Sampai saat ini bahkan bisa dihitung berapa jalan baru yang ada, baru Bumiayu, Kedungkandang saja,” katanya dalam diskusi publik bertajuk “Membedah Kemacetan di Kota Malang”, yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Selasa (19/3)

Hal ini, menjadi sangat tidak seimbang jika dibandingkan dengan pertumbuhan kendaraan yang begitu pesat. “Apalagi saat weekend, masyarakat luar datang berbondong bondong ke Malang,” imbuh dia

Yang turut menjadi penyumbang kemacetan, menurutnya adalah jalan poros, nasional dan provinsi yang membelah kota Malang.

Sehingga, terkait dengan adanya Tol Malang-Pandaan yang akan beroprasi dinilai menjadi peluang untuk mengurai kemacetan. Di antaranya, dengan adanya tukar guling jalan sebagai salah satu upaya.



Yang berarti pertukaran pengambil alihan jalan kota yang sebelumnya di kelola oleh Pemerintah Kota Malang, untuk dikelola pihak nasional dan begitu juga sebaliknya. Jalan nasional yang sebelumnya dikelola oleh pemerintah pusat akan dikelola oleh Pemerintah Kota Malang.

“Keluarnya tol di Cemorokandang dan Madyopuro menjadi kesempatan untuk menata lalu lintas, kalau ada akses jalan baru, 60 persen kemacetan bisa teratasi,” pungkas Agoes.

Diketahui, surat pengajuan terkait tukar guling jalan sedang dalam proses. Dishub sudah menagajukannya ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) namun masih nunggu jawaban. “Karena banyak yang perlu dikoordinasikan, masih belum tuntas, doakan saja,” tutupnya.

Pewarta : Feni Yusnia
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto : Feni Yusnia