Berita Terbaru Tentara Israel Bantai Demonstran Palestina

Bentrok Jalur Gaza: 16 Orang Palestina Tewas, 1400 Terluka - JPNN.COM

RADAR MALANG ONLINE, GAZA – Asap hitam pekat masih mengepul di perbatasan Jalur Gaza-Israel. Hingga kemarin, Jumat (13/4), unjuk rasa Great Return March masih berlangsung. Para demonstran Palestina semakin nekat. Serdadu-serdadu Israel juga kian agresif.

Insiden pembakaran bendera Israel mewarnai aksi massa yang ’’ritual wajibnya’’ adalah membakar ban bekas.

’’Sebagian orang mungkin menganggap kami ini idiot jika sampai berpikir Israel akan mengizinkan kami pulang ke tanah asal kami. Israel memang tidak akan mungkin melakukan itu. Tapi, kami tidak akan pernah berhenti untuk mencoba pulang,’’ kata Ahmed, salah seorang demonstran, dalam wawancara dengan Reuters.

Karena itu, pemuda 37 tahun tersebut mengatakan tidak lelah meski berunjuk rasa setiap hari.

Great Return March yang bermula sejak 30 Maret itu baru berakhir pada 15 Mei, bertepatan dengan Nakba. Sebagaimana Ahmed, tuntutan para demonstran tersebut hanya satu.

Kembali ke tanah asal alias pulang. Sejak Israel berdiri pada 1948, warga Palestina yang semula tinggal di kota-kota Israel diusir. Mereka terpaksa tinggal di Jalur Gaza dan Tepi Barat atau bagian bumi lainnya dengan status sebagai pengungsi.

’’Tidak ada perdamaian. Tidak ada pekerjaan. Tidak ada persatuan. Tidak ada masa depan. Jadi, apa bedanya itu semua dengan kematian? Kami tidak mau mati sia-sia. Karena itu, kami memperjuangkan hak kami,’’ lanjut Ahmed.

Berhadapan dengan tentara terlatih Israel dan para sniper di perbatasan sama saja berhadapan dengan maut. Setiap saat peluru bisa saja merenggut nyawa para demonstran.

Sumber : Jawa Pos