Beri Iming-Iming Rp 5 Ribu, Kakek Cabuli Remaja

KEPANJEN – Jeruji besi menjadi tempat yang cocok untuk menghukum Supriadi, warga Desa Lemah Putro, Kecamatan Sidoarjo. Kelakuan pria berusia 51 tahun ini memang sudah kelewatan.

Dia yang sehari-harinya bekerja sebagai pengamen diketahui tega mencabuli seorang remaja. Perbuatan tak senonohnya itu dilakukan dalam dua hari berturut-turut, tepatnya pada 18 dan 19 Agustus lalu. Lokasinya di dekat kosnya yang berada di Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso.

Mirisnya lagi, korban pencabulan yakni seorang remaja yang diketahui mengalami keterlambatan berpikir. Kepada Jawa Pos Radar Kanjuruhan, Pri–sapaan akrabnya–  mengaku melakukan tindakan bejatnya di dua tempat berbeda.

”Pertama di rumput-rumput di belakang sekolah, yang kedua di barongan (semak-semak),” kata dia di Kantor Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. Pada hari kedua dia melancarkan nafsu bejatnya, Supriadi dipergoki oleh warga sekitar.

Dia pun sempat dimassa oleh warga dan langsung diamankan oleh aparat. Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Ipda Yulistiana Sri Iriana menyampaikan bila modus perbuatan cabul yang dilakukan oleh tersangka dengan cara mengiming-imingi korban dengan uang.



”Modusnya korban diberikan uang Rp 5 ribu dan uang tersebut sudah dipergunakan oleh korban,” kata Yuli kemarin (21/8).

Dari hasil penyelidikan petugas, secara fisik korban memang normal dan sehat seperti remaja pada umumnya. ”Tapi, memang korban mengalami keterlambatan dalam berpikir,” kata dia. Kini ancaman hukuman selama 15 tahun dihadapkan pada tersangka.

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Dwi Lindawati
penyunting : Bayu Mulya