Beredar Tabloid Barokah, Basarah: Tempuh Jalur Hukum untuk Diproses

JawaPos.com – Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menanggapi beredarnya tabloid Indonesia Barokah yang belakangan meresahkan masyarakat. Dia mengimbau agar pihak yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum.

Basarah mengatakan, saat ini negara Indonesia telah memiliki Undang-undang yang sudah mengatur tentang media massa.

“Mengenai eksistensi tabloid, koran, majalah atau media masa lainnya saya kira negara kita telah memiliki regulasi, telah memiliki Undang-undang, ada UU Pers dan sebagainya,” ujarnya saat berkunjung ke Kota Malang, Minggu (27/1).

Oleh karena itu, lanjut dia, bila memang kehadiran tabloid Barokah tersebut dianggap menyalahi kaidah UU Pers atau UU yang lain, maka bisa dibawa ke ranah hukum.

“Saya kira sebagai prinsip negara hukum silahkan saja mereka yang merasa dirugikan sebagai akibat tabloid itu menempuh jalur hukum untuk kemudian diproses,” kata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Calon Presiden (capres) dan Calon Wakil Presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin itu.

“Apakah berita-berita yang dimuat tabloid itu telah melanggar peraturan perundang-undangan yang ada,” lanjut dia.

Seperti diketahui, tabloid Barokah dilansir mengandung konten yang pembahasannya mengunggulkan salah satu pasangan calon (paslon) calon Presiden (Capres) maupun ujaran kebencian ke Capres tertentu. Tabloid tersebut diketahui telah beredar di wilayah Jawa Timur melalui pengiriman pos.

Bahkan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Batu juga telah mengamankan sebanyak 132 amplop yang berisi 396 eksemplar tabloid ndonesia Barokah dari Kantor Pos Kota Batu, Jumat (25/1) lalu.

Seluruh tabloid tersebut akan dikirimkan ke masjid dan pondok pesantren (ponpes) yang ada di wilayah Kota Batu. Warna amplop tersebut pun dibedakan. Amplop berwarna coklat ditujukan ke masjid sebanyak 117 eksemplar, sementara amplop berwarna kuning untuk ponpes sebanyak 15 eksemplar. 

Editor           : Bintang Pradewo

Reporter      : Fiska Tanjung