Berdiri Malang Fashion Movement Community

MALANG KOTA – Puteri Indonesia 2016 Kezia Warouw benar-benar memiliki daya tarik luar biasa dalam ajang Malang Fashion Movement (MFM) 2016.

Kezia dengan membawakan desain karya Ewied berupa dress panjang batik berwarna gold.

MALANG KOTA – Dalam ajang rangkaian acara HUT ke-17 Jawa Pos Radar Malang itu, Kezia tampil cantik dan menawan saat memperagakan karya tiga desainer, di antaranya Ewied, Ivone Sulistia, dan desainer tamu spesialis gaun Miss Universe Anaz Khoriunnas.

Ketika menampilkan karya Anaz, Kezia begitu anggun mengenakan gaun panjang pesta nan seksi warna coral cenderung pink berhias bebatuan merah. Banyak penonton yang mengabadikan penampilan Kezia saat berjalan di catwalk.

Anaz menampilkan karya terbarunya di 2016 ini. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi ajang fashion terbesar di Kota Malang ini. Anaz menampilkan sebelas gaun cantik yang dikenakan juga oleh model-model papan atas, salah satunya Mila Dewanti.

Di sela-sela acara, Kezia Warouw mengungkapkan bahwa MFM sangat luar biasa karena dari daerah bisa memberikan sesuatu yang berbeda di dunia fashion. ”Yang saya tahu, belum ada seperti ini apalagi digelar sebuah media asal daerah.

MFM bisa memberikan inspirasi kepada semua orang, terutama di Malang Raya. Ini bisa memacu para desainer untuk terus berkreasi dan dikenal karyanya. Yang jelas, Kota Malang luar biasa. Satu kali ke sini tidak cukup, saya ingin kembali lagi,” ujar gadis keturunan Manado ini.



Kezia juga membawakan desain karya Ewied berupa dress panjang batik berwarna gold. Rok panjang dengan belahan di depan yang dia pakai menyapu panggung dengan anggunnya. Batik yang diusung Ewied ini merupakan batik beras basah khas Bontang, Kalimantan Timur, tempat asal Ewied.

Karya Ivone Sulistia juga makin menawan saat dikenakan Kezia. Karya Ivone berkonsep cocktail warna maron berbahan print roses pada roknya, dan ada tutup di bagian dalam roknya.

Antusias penonton dalam ajang Malang Fashion Movement (MFM) 2016 pada hari kedua kemarin (1/5) juga luar biasa. Tak hanya penonton saja yang semakin membeludak, tapi juga sederet undangan tetap setia hadir menonton mulai hari pertama lalu (30/4). Tak ayal, panitia terus menambah jumlah kursi pada deret belakang.

Ajang yang digelar sebagai rangkaian HUT  ke-17 Jawa Pos Radar Malang itu kembali dihadiri Wali Kota Malang Moch. Anton. Abah Anton hadir sejak hari pertama MFM digelar, Sabtu lalu (30/4). Hadir pula Danlanud Abd. Saleh Marsma Djoko Senoputro; Dandim 0818 Riksani Gumay; Dandim 0833 Letkol Arm Aprianko Suseno; Tofan Mahdi, division head public relation PT Astra Agro Lestari; dan Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad.

Danlanud maupun dandim bersemangat menyaksikan acara hingga akhir. Sesekali mereka merekam maupun memotret penampilan para model yang berlenggak-lenggok di catwalk. Apalagi saat istri mereka tampil di catwalk ketika memperagakan karya desainer Rieke Fransiska.

Istri para pejabat itu di antaranya istri Danlanud Abdulrachman Saleh Atik Djoko Senoputro, istri Dandim 0818 Ayu Riksani Gumay, istri General Manager Radar Malang Wulandari Don Virgo, istri Pemred Radar Malang Ulfah Abdul Muntholib, istri anggota DPRD Kota Malang Diah Safitri Priatmoko, Ketua Perindo Malang Laely Fitria Liza Min Nelly, dan anggota Sosialita Malang Yetty.

Di tengah acara, ada peluncuran Malang Fashion Movement Community di panggung. Peluncuran ini ditandai oleh pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Malang Moch. Anton dan Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad.

Tumpeng diserahkan kepada project officer MFM Belinda Rizky Amelia dan perwakilan desain Agus Sunandar. MFM sebagai titik awal meroketnya fashion di Kota Malang, sehingga menjadi barometer fashion hingga ke kancah internasional. Hadir di panggung, 36 peserta lomba desain MFM, mereka otomatis menjadi bagian dari MFM Community.

Pewarta: Lizya Oktavia & Fisca Tanjung
Penyunting: Yulianti
Foto: Bayu Eka