Berburu Kado Indah usai Ultah

KOTA MALANG – Bukan kue tar yang diharapkan Arema FC di hari ulang tahunnya ke-32. Tapi, kemenangan besar ketika menjamu Persebaya di Stadion Kanjuruhan lusa (15/8). Itulah kado indah yang ditunggu-tunggu Arema FC dan semua suporternya.

Pelatih Arema FC Milomir Seslija cukup paham dengan itu. Tuntutan suporter agar menang atas rival tersebut cukup besar.  Ibaratnya, boleh kalah dengan Kalteng Putra atau tim yang lain, asal jangan dengan Bajul Ijo–julukan Persebaya. Apalagi Agustus menjadi bulan sakral karena Arema lahir di bulan ini.

Karena itu, Milo menyiapkan tim begitu matang. Dia sudah mengutak-atik strategi menyusul absennya beberapa pemain. Seperti Dedik Setiawan dan Johan Alfarizie yang masih pemulihan cedera. Juga Alfin Tuasalamony yang terkena akumulasi kartu kuning.

Kondisi ini berbeda dengan Persebaya yang bakal datang ke Malang dengan kekuatan penuh. Hansamu Yama dkk bakal bisa merepotkan Singo Edan. Namun, Milo cukup tenang.

”Kami sudah pernah menghadapi mereka dalam kondisi full team,” kata Milo usai latihan di lapangan Universitas Brawijaya (UB) kemarin.

Laga itu, dia menjelaskan, saat di final Piala Presiden 2019 lalu. Di dua laga, Hamka Hamzah dkk mendapatkan hasil yang positif. Imbang 1-1 saat bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Dan menang 2-0 saat bermain di Stadion Kanjuruhan.

Tapi, Milo tidak terlalu peduli dengan hasil yang lampau. Menurut dia, Bajol Ijo tetap menjadi tim yang tangguh. ”Persebaya tim bagus dan ini akan menjadi pertandingan yang tidak akan mudah,” kata pelatih berkebangsaan Bosnia Herzegovina itu.

Karena itu, Milo melanjutkan, persiapan terus dilakukan. ”Kami harus tahu apa yang akan dilakukan dan bermain bagus nanti,” kata dia. Melihat kondisi Persebaya pasca pemecatan pelatih Djajang Nurjaman, Milo tidak terlalu ambil pusing.

Pasca Djanur–sapaan Djajang Nurjaman, dipecat saat ini tongkat kepelatihan Persebaya dipegang Bejo Sugiantoro sebagai caretaker. ”Tapi, ada juga tim-tim yang melakukan perubahan pelatih ada yang tidak berkembang,” kata mantan pelatih Madura United itu.

Menurut pelatih berusia 55 tahun itu, semua pelatih butuh waktu dan tidak bisa instan membawa tim menjadi juara. ”Saya tidak membela pelatih, tapi memang seperti itu,” kata Milo.

Lebih lanjut, apa pun kondisi Persebaya saat ini, tidak mengendurkan semangat Arema. Hendro Siswanto tetap harus berjuang habis-habisan. ”Kami fokus pada tim sendiri, saat ini kami mulai siapkan teknik dan taktik melawan Persebaya,” tandas Milo.

Pewarta : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdul Muntholib