Berburu Hidangan Berbuka Puasa di Pasar Takjil Benhil

JawaPos.com – Pada Bulan Suci Ramadan 1440 Hijriah, Pasar takjil Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat menjadi salah satu primadona bagi masyarakat ibu kota. Aneka jenis santapan takjil atau hidangan pembuka buka puasa dijual bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Rupa-rupa makanan yang menggugah selera dijual di sini. Sebut saja seperti Mpek-mpek, tempe mendoan, aneka kue-kue pasar, otak-otak, risol, baso bakar, hingga aneka jenis kerupuk. Tak hanya makanan ringan, hidangan pokok juga turut dijual di sini. Seperti, ikan bakar, gudeg, ayam goreng, nasi rebung, kebab, burger hitam, rendang, hingga sate padang.

Bagi warga yang mencari minuman segar juga tak perlu khawatir. Dari puluhan pedagang yang berjualan di sini, ada dari mereka yang menjual minuman segar. Seperti, es blewah, soup buah, kolak, bubur candil, bubur sumsum, hingga es rumput laut.

Pasar takjil di Bendungan Hilir diserbu warga. (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

Setiap tahunnya, pasar takjil ini ramai dikunjungi masyarakat. Letaknya yang dekat dengan komplek perkantoran, membuat karyawan perusahaan swasta maupun negara banyak mampir setelah pulang bekerja.

Seperti Rahma Arifah, sebelum pulang kantor, dia menyempatkan terlebih dahulu mampir ke sini untuk membeli takjil. Baginya, harga makanan di pasar Benhil ini setara dengan tempat-tempat lain.

“Sebelum pulang suka mampir. Kebetulan kan rumah di Bekasi, jadi sekaligus jaga-jaga kalau buka di jalan,” kata Rahma.

Menurut dia, makanan di sini rasanya enak. Serta pilihannya banyak. Sehingga membuat para pengunjung tidak bosen terhadap makanan yang dijual di sini. “Jadi kan bisa ganti-ganti beli makanannya. Biar nggak bosan,” lanjut Rahma.

Pasar Takjil Benhil diburu warga. (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

Pesona pasar takjil Benhil ini juga mengundang minat warga sekalipun tidak mengais rezeki di sekitar sini. Seperti Sandi Akbar Fauzi, warga Kemanggisan, Jakarta Barat mengaku kerap membeli hidangan buka puasa di sini.

“Di sini kan udah terkenal dari dulu, jadi ya suka mampir aja. Makanannya juga banyak,” kata Sandi.

Sementara itu, bagi penjual aneka kue pasar, Dewi, 38, momen ramadan seperti sekarang memang membawa berkah tersendiri. Dagangannya tak pernah sepi peminat. Meski banyak pesaing di kanan kirinya, nyatanya tidak membuat lapaknya sepi.

“(Kalau ramadan) ramai begini. Kalau hari biasa (pasar ini) nggak ada,” pungkasnya.

Untuk kue-kue pasar seperti risol, lemper biasa dijual di sini dengan harga Rp 3 ribu per buahnya, jika membeli langsung emoat buah maka hanya dihargai Rp 10 ribu, ada mendapat diskon Rp 2 ribu. Sedangkan untuk makanan berat seperti kebab diharga Rp 15 ribu per buah. Sementara itu, untuk satu cup es rumput laut dibanderal Rp 12 ribu.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan