Berbekal Dana Rp 2 Triliun, India Siap Luncurkan Pesawat Luar Angkasa ke Bulan Guna Mencari Air

Mbak Risma Radar Malang: MALANG – Setelah pendaratan ke bulan yang dilakukan oleh AS, Cina, dan bekas Uni Soviet sebelumnya, kini India sedang bersiap untuk meluncurkan pesawat ruang angkasa miliknya sendiri ke satelit bumi.

Melansir pemberitaan The Independent, Senin (15/7), para pendarat dan penjelajah tak berawak dijadwalkan lepas landas pada hari ini. Para awak tersebut diperkirakan akan mendarat di dekat kutub selatan Bulan yang belum dijelajahi pada 6 atau 7 September. Dengan begitu, India akan menjadi negara yang mengirimkan pesawat ruang angkasa pertama yang mendarat di wilayah itu. Namun sayangnya, peluncuran tersebut ditunda dengan alasan butuh analisis mineral dan batuan lebih lanjut untuk mencari air.

Kutub selatan bulan memang sangat menarik karena bagian yang jauh lebih besar dibanding kutub utara, menghadirkan kemungkinan air yang lebih besar. Oleh karena itu, peluncuran ini dilakukan untuk mengetahui bagian tata surya mana yang memiliki potensi untuk kehidupan makhluk hidup. Misi Chandrayaan-2 ini senilai $ 141 juta atau senilai hampir Rp 2 triliun. Dengan dana sebesar itu, Organisasi Penelitian Antariksa India mengaku berani pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi negara sebelumnya tersebut.

Sebelumnya, India sudah mengirimkan misi pertamanya pada tahun 2008 yaitu Chandrayaan-1, Sanskrit untuk membantu mengonfirmasi keberadaan air. Tidak hanya itu, India juga menempatkan satelit India ke orbit di sekitar Mars dalam misi antarplanet pertama pada tahun 2013-2014.

Peluncuran pesawat luar angkasa ini sempat menuai banyak kritikan dan komentar perihal biaya. Pasalnya, India memiliki 1,3 miliar penduduk dengan kemiskinan yang meluas dan salah satu tingkat kematian anak tertinggi di dunia. Tetapi penulis dan komentator ekonomi, Gurcharan Das, mengatakan bahwa biaya moonshot kedua lebih kecil dibandingkan dengan anggaran keseluruhan India. Ia juga menambahkan bahwa proyek tersebut dapat memiliki efek berganda pada perekonomian.

Tidak hanya siap menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia, pemerintah nasionalis perdana menteri, Narendra Modi, juga sangat ingin memamerkan kecakapan negara India dalam bidang keamanan dan teknologi.

Penulis: Risma Kurniawati
Foto: Istimewa