Berawal dari Iseng

Berawal dari keisengan memanfaatkan barang bekas, sahabat Qorida Nury Ermalita kini rutin menghasilkan berbagai kerajinan tangan bernuansa negeri Jepang. ”Awalnya iseng saja sih ngehias toples polos di rumah, terus sisa pitanya coba dibikin sesuatu, eh ternyata bisa jadi jepit lucu, keterusan deh,” terang dia. Banyaknya tutorial di YouTube mempermudah dia dalam belajar.

”Salah satunya belajar kanzashi atau pita rambut dari Jepang misalnya,” beber wanita yang akrab disapa Lita ini. Di Negeri Sakura, kanzashi adalah seni teknik melipat kain menjadi bentuk bunga. ”Hiasan atau aksesori rambut ini dipakai dalam tatanan rambut tradisional Jepang. Mitosnya mengusir roh jahat,” jelasnya.

Pengetahuan tentang detail kerajinan itu dia  dapatkan dari YouTube, Instagram, dan artikel di dunia maya. Di sisi lain, kegemarannya mempelajari budaya Jepang merembet ke pekerjaan tambahan.

Beberapa kali Lita sempat dipercaya menjadi master of ceremony (MC) di acara festival jejepangan yang ada di Kota Batu. ”Pernah di Lippo Batos waktu acara cosplay dan The Onsen Resort Batu waktu tahun baru,” ungkapnya.

Baginya, mengenakan Yukata, baju khas tradisional Jepang, merupakan keasyikan tersendiri saat membawakan acara. Perbedaan antara kebaya atau batik dengan Yukata memberinya wawasan khazanah uniknya budaya tiap negara. ”Mulai dari motif, jenis kain, cara memakai serta momen penggunaannya punya ciri masing-masing,” pungkas perempuan kelahiran 14 Maret 1995 ini.

Pewarta               : Mochamad Sadheli
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Bayu Mulya