Berantas Narkoba, Polres Malang Kota Bekuk 131 ”Pemain Baru”

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri membeber barang bukti narkoba di Mapolres kemarin (18/5).

MALANG KOTA – Polres Malang Kota (Makota) getol memerangi peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) di Kota Malang. Hal itu terlihat dari tingginya jumlah pelaku peredaran narkoba yang dibekuk aparat kepolisian. Mayoritas adalah pemain baru.

Kasatreskoba Polres Malang Kota AKP Syamsul Hidayat mengakui pergerakan pemain baru narkotika di Kota Malang yang terus tumbuh. Namun, pihaknya tidak tinggal diam. Sebanyak 131 tersangka terkait kasus narkoba dibekuk dalam kurun waktu lima bulan terakhir ini, yakni Januari–Mei 2018. Rinciannya, 127 pria dan 4 perempuan.

”Semua tersangka yang kami tangkap tahun ini (2018) bukan residivis,” kata Syamsul beberapa waktu lalu.

Pria asal Sumenep itu menyebut jika ratusan tersangka yang dibekuk itu tergolong ”pemain baru”. Latar belakang ratusan tersangka itu adalah 31 orang wiraswasta, 16 pengangguran, 1 petani, 8 buruh, 2 aparatur sipil negara (ASN), 69 karyawan perusahaan swasta, 3 mahasiswa, dan 1 pelajar. ”Yang banyak memang karyawan swasta,” kata perwira tiga setrip itu.

Ditanya soal peredaran narkoba di kalangan mahasiswa? Syamsul mengakui bahwa perguruan tinggi (PT) menjadi salah satu sasaran peredaran narkoba. Namun, jumlahnya tidak mendominasi. ”Kalau untuk tersangka mahasiswa, yang paling mendominasi ya sabu-sabu dan ganja,” tutur mantan Kasatreskoba Polres Malang itu.



Pewarta: Fajrus SHiddiq
Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Mahmudan