Bentengi Pelajar, BNN Gandeng Guru BK

KEPANJEN – Kalangan pelajar masih menjadi sasaran empuk para pengedar narkoba. Salah satu buktinya bisa dilihat dari jumlah peserta rehabilitasi yang ada di BNN Kabupaten Malang. Sepanjang tahun ini, tercatat 40 pecandu yang mendapat penanganan khusus dari mereka. ”Dari 40 orang yang kami rehabilitasi, mayoritas (pecandu) memang masih berstatus pelajar,” terang Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Malang Mohammad Khoirul.

Sementara itu, berdasarkan data dari 2018 lalu, tercatat ada 95 pecandu narkoba yang telah menjalani rehabilitasi. Dari total itu, 51 pecandu diketahui masih berstatus pelajar. Dibandingkan dengan data tersebut, terlihat ada penurunan jumlah pecandu yang menjalani rehabilitasi. Upaya untuk menekan peredaran narkoba di kalangan pelajar
pun dilakukan BNN Kabupaten Malang dengan sejumlah cara lain.

Seperti yang disajikan Rabu (27/11), saat mereka mengadakan sosialisasi program rehabilitasi dan pasca rehabilitasi di Rumah Makan Bojana Puri Kepanjen. Acara tersebut dihadiri 24 guru Bimbingan Konseling (BK) dari SMP, SMA, dan SMK di wilayah Kabupaten Malang. ”Sosialisasi tersebut dikemas dalam bentuk focus group discussion (FGD),” sambung Khoirul.

Pemateri dalam sosialisasi tersebut seperti Kepala BNN Kabupaten Malang Letkol Laut (PM) Agus Musrichin dan Kepala Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Jawa Timur dr Poerwanto Setijawargo.

“Sosialisasi ini kami lakukan agar guru bisa paham langkah yang diambil ketika di lingkungan sekolahnya ditemukan anak didiknya yang terindikasi menjadi
pecandu,” terang Kepala BNN Kabupaten Malang Letkol Laut (PM) Agus Musrichin.
Dia juga berharap agar para guru bisa menjadi bagian dari upaya menekan angka peredaran narkoba.

Pewarta : Bagus Prakoso
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya