Benarkah LGBT itu Bisa Menular?

MALANG KOTA – Berbicara mengenai LGBT (lesbian gay biseksual dan transgender), beragam pertanyaan muncul di benak kita. Salah satunya adalah, apakah LGBT itu menular?

Pertanyaan ini barangkali muncul ketika melihat ada orang di sekitar kita yang dulunya heteroseksual. Tapi lantaran sering bergaul dengan gay misalnya, dia pun ikut-ikutan jadi gay.

Psikolog dari UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang Novia Solichah MPsi megatakan bahwa dari perspektif psikologi sosial, penyimpangan seksual itu memang bisa menular.

Dia menganalogikan hal itu dengan orang yang kecanduan alkohol. “Dulu ada salah satu klien saya suka kumpul sama orang yang sering minum minuman beralkohol. Karena sering dan bergaul dengan mereka akhirnya jadi ikut-ikutan minum dan kecanduan. Padahal sebelumnya tidak pernah menyentuh barang tersebut,” tuturnya.

“Hal itu sama persis dengan yang dialami oleh orang yang heteroseksual, jika sering berkumpul dengan komunitas LGBT,” imbuhnya.

Untuk itu ia menyarankan, agar seseorang yang mempunyai orientasi heteroseksual lebih baik tidak sering berkumpul dengan komunitas LGBT. “Atau lebih baik jangan pula berada di (lingkungan) LGBT, kalau tidak ingin punya orientasi seksual yang menyimpang,” tambahnya.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Istimewa
Editor: Indra M