BEM UB Terteror Surat Misterius

MALANG KOTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya sedang panik. Penyebabnya, ada kiriman surat gelap berupa amplop berisi artikel-artikel yang dianggap provokatif. Tidak ada nama dan alamat pengirimnya.

Ketua BEM FIB Universitas Brawijaya Hafizh Akbar menjelaskan, amplop misterius tersebut sudah kali kedua terjadi. Pertama pada 12 Febuari lalu. Isi amplop tersebut berisi 8 artikel, 2 berita, dan 1 lembar peta dunia yang diberi tanda kuning pada bagian Jakarta, Makkah, dan Jerussalem.

Sedangkan dua berita yang termuat di salah satu surat kabar nasional berjudul Politik Identitas Jadi Soal dan Sinyal Menjelang Pilpres 2019. Sementara 8 artikel yang juga dimuat di surat kabar yang sama tampaknya ditulis oleh beberapa tokoh cendekiawan Indonesia.

Di antaranya berjudul Jokowi dan Anti-Tionghoa yang ditulis oleh Fajar Riza Ul Haq, Dewan Pembina Maarif Institute for Culture and Humanity, Beberapa Catatan dari Israel yang ditulis oleh Lutfi Assyaukani, Paramadina Mulia Jakarta, dan Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam yang ditulis oleh Ulil Abshar Abdalla.

Hafizh mengaku bingung dengan kedua surat tersebut. Dia dan teman-teman pengurus BEM yang lain merasa terteror dengan hal itu. ”Teman-teman ada yang takut, bahkan ada yang jengkel,” ujarnya saat ditemui kemarin (21/2).



Mahasiswa asal Bekasi tersebut menuturkan bahwa kedua surat tersebut saat ini sedang dipelajari kontennya. ”Saya khawatir artikel itu ada unsur provokatif, apalagi saat ini momen politik,” katanya.

Dia juga menuturkan kedua amplop tersebut selalu dititipkan kepada penjaga gedung FIB. ”Kemudian penjaga ngasih ke kami,” terangnya.

Sementara Paidi, penjaga gedung FIB yang menerima amplop tersebut, menyatakan tidak tahu lantaran amplop tersebut tiba-tiba ada di ruangannya. ”Saya lihat ditujukan kepada BEM, ya akhirnya saya antarkan saja,” tandasnya.

Pewarta               : Imron Haqiqi
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Laoh Mahfud