Belum Ditangani, Air Bablas ke Perkampungan

Belum Ditangani, Air Bablas ke Perkampungan

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, Banjir yang datang pada Jumat (2/2) dini hari baru surut pada Sabtu (3/2) dini hari. Setelah itu, hujan mulai istirahat. Curah hujan berkurang. Namun, sehari kemudian, tepatnya hari Minggu, hujan kembali mengamuk kawasan Utara Lumajang.

Akibatnya, debit aliran sungai Bondoyudo naik. Lokasi jebolan di Vak XI Perkebunan PG Jatiroto yang masih menganga menjadi sasaran. Aliran air meluber dan masuk ke perkampungan warga. “Mulai naik jam 23.00. Masuk ke perkampungan. Sampai pagi gak tidur jaga air,” ungkap Musolli warga setempat.

Dini hari kemarin (Senin,5/2), air sudah masuk ke kawasan RT 3, berlanjut ke RT 2. Memang tidak separah sebelumnya. Sebab, intensitas hujan tidak sampai berjam-jam. Namun, kondisi ini cukup mengkhawatirkan. Air mulai berkurang ketika jam 05.00 mulai surut. Sekitar jam 12.00 kemarin, air sudah bersih. Kawasan Rowokangkung lain salah satunya Desa Sidorejo juga terdampak. 

Setyawan, Kasubid Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Lumajang mengakui kondisi itu. “Iya, memang ada banjir lagi. Tetapi, beruntung kenaikan air tidak begitu signifikan,” katanya.

Dia berharap, hujan tidak terus-menerus terjadi. Sebab, itu berbahaya jika luberan air terus terjadi, karena jebolan tanggul masih belum ditanggulangi. Setiap debit air naik, praktis meluber ke perkebunan dan perkampungan warga.

Sementara itu, kondisi tanggul jebol juga telah dicek oleh petugas, termasuk oleh tim penanggulangan bencana. Warga dan perangkat setempat juga turun melihat langsung lokasi bersama. Ada dari BPBD, Babinsa, Polisi, dan relawan lainnya.

Halik, Kepala kampung setempat menguraikan, ada dua titik jebolan tanggul. Dua-duanya adalah bekas pembangunan tanggul pada 2015 dan 2017 kemarin. “Ada yang belum setahun tapi jebol lagi,” katanya.

Dia menguraikan, titik pertama lebar jebolan mencapai 40 meter. “Kondisinya jebol sampai bawah mendekati dasar sungai,” katanya. Sementara titik kedua lebarnya mencapai 70 meter. “Beronjong tanggul tetap. Cuma tanah di kanan dan kiri beronjong sudah tidak ada. Jebolan juga ada yang sampai mendekati dasar sungai,” katanya. Hanya saja, sampai siang kemarin belum jelas kapan ditangani. (

(jr/fid/aro/das/JPR)