Belasan Tahun Menetap di Belanda, Tetap Setia Ber-KTP Kota Malang

Dalam dua tahun terakhir, Melanie Aprilindah Carolina Foeh kerap disibukkan dengan sejumlah acara fashion di Belanda. Menjadi salah satu owner make-up artist di Leiden, dia membawa nama Indonesia di dunia fashion Eropa.

Tahun 2005 silam menjadi periode yang mungkin tak akan dilupakan Melanie Aprilindah Carolina Foeh. Berpindah domisili ke Negeri Kincir Angin, Belanda, dia dihadapkan dengan tantangan baru.

Meski sejak kecil sudah terbiasa pindah dari kota ke kota, momen kali pertama menginjakkan kaki di Belanda menjadi hal baru bagi Melanie. Apalagi, dia harus menyesuaikan diri dengan budaya dan kebiasaan yang berbeda.

”Saya menikah pada tahun itu (2005) dan memang harus pindah ke Belanda untuk ikut suami saya,” kenang Melanie kepada wartawan koran ini beberapa waktu lalu.

Dua tahun pertama di Belanda, dia lebih banyak beraktivitas mengikuti apa yang dilakukan suaminya, Pieter D. Milane. Cerita perantauannya kemudian berubah pada 2007. Ketika dia bergabung dengan komunitas orang Indonesia di Belanda.

Forum tersebut membuka kesempatan baginya untuk menyalurkan bakat menyanyi. Beberapa kali dia menjalin kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Belanda, dia kerap mendapat kesempatan tampil di beberapa negara. ”Saya pernah tampil di Belanda, Suriname, Belgia, dan Prancis,” kata perempuan berusia 40 tahun yang selalu terlihat energik ini.

Untuk event-event pengenalan budaya Indonesia di luar negeri, dia kerap mengaransemen lagu berbahasa Indonesia menjadi berbahasa Inggris. ”Touch (sentuhan) musiknya tetap Indonesia banget,” sambung perempuan kelahiran 4 April 1977 ini.

Untuk menambah penghasilan di negeri orang, dia juga bekerja part time (paro waktu) di sebuah catering. Lokasinya di Leiden University. Aktivitas itu masih dia lakoni hingga saat ini meski sudah tak begitu sering lagi.

Apalagi, pada 2012 lalu, Melanie menemukan passion baru di bidang make-up artist. Bahkan, dia sampai menimba ilmu di B Academy Make-Up, sebuah sekolah make-up ternama di Amsterdam.

Di sana, Melanie mendapatkan kesempatan besar saat Pascale Tesser, owner sekolah tersebut, ketika melihat bakatnya. Tesser memang cukup punya nama karena pengalaman 30 tahunnya di dunia make-up dan fashion di Amsterdam.

Melanie menyatakan, dia dipercaya menjadi asisten untuk beberapa kegiatan fashion show dan pemotretan. Berkat B Academy Make-Up dan juga Tesser, jalannya untuk berkarir di dunia fashion pun terbuka lebar.

Kesempatan itu datang tak lama setelah dia menuntaskan masa pendidikannya selama setahun di B Academy Make-Up. Pada 2015 lalu, dia dipercaya menjadi member (anggota) dari Colourfool Agency. Sebuah agensi terkenal di Amsterdam yang sering menyalurkan bakat-bakat kreatif.

Di tahun yang sama, dia juga memberanikan diri membuka usaha dengan namanya sendiri: Melanie Foeh Hair & Make-Up Artist. Lewat brand tersebut, Melanie dipercaya meng-handle sejumlah event fashion show, seperti Amsterdam Fashion Week.  ”Kalau dihitung mulai dari 2015, ada 300 jobs yang saya terima dari Colourfool Agency,” ujar dia.

Dari sekian gawe yang di-handle olehnya, beberapa event memang berskala besar. Seperti Mercedes Benz Fashion Week di Amsterdam hingga program televisi Holland’s Next Top Model.

Dari sekian acara yang sudah dipercayakan kepadanya, dia paling suka terlibat dalam acara fashion show. Sebab, dia menangani karakter model yang lebih beragam dengan busana yang beragam pula.

Selain fashion, sesi pemotretan juga menjadi hal yang menarik baginya. Melanie sering kali terlibat sebagai make-up artist untuk pemotretan brand-brand ternama seperti L’Oreal dan Maybelline. Portofolio Melanie bisa Anda lihat di situs www.colourfoolagency.nl.

Setelah dua tahun nyemplung sebagai make-up artist, karir Melanie masih bisa melesat lebih tinggi lagi. Kesempatan baginya untuk terus berkarya masih terbuka lebar.

Meski begitu, Melanie rupanya tidak pernah kepikiran untuk pindah kewarganegaraan. Belasan tahun tinggal di Belanda, juga bersuamikan warga negara Belanda, tak membuatnya pindah kewarganegaraan.

Bahkan, Melanie masih ber-KTP Kota Malang hingga saat ini. ”Saya tetap warga Negara Indonesia (WNI). Indonesia tanah air beta,” kata perempuan yang pernah kuliah di Jurusan Komunikasi Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya ini.

Melanie memang masih ingin memiliki karir panjang di Eropa, khususnya di Belanda. Meski begitu, setelah merasa capaian karirnya cukup suatu saat nanti, Melanie ingin kembali ke tanah air. ”Saya berharap, suatu saat nanti bisa membagi pengalaman saya untuk para perempuan di Indonesia,” pungkas dia.

Pewarta: Bayu Eka
Penyunting: Indra Mufarendra
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Melanie Foeh for Radar Malang