Belasan Kali Menjambret, Dua Residivis Tumbang Tertembak Polisi

Menurut Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Harto Agung Cahyono, Ryan dan Hendra dibekuk dua jam setelah beraksi.  Sebelumnya, pihaknya mendapatkan laporan penjambretan dengan korban Evi Puspita Sari, warga Garuntang, Telukbetung Selatan, sekitar pukul 14.30 WIB.

”Kedua tersangka beraksi di Jalan Jenderal Sudirman,” kata Harto, sebagaimana dilansir Radar Lampung (Jawa Pos Group), Rabu (3/1).

Berdasar laporan tersebut, polisi bergerak dan mengamankan kedua tersangka di daerah Kemiling. Barang bukti yang disita satu unit sepeda motor, satu unit ponsel dan pistol korek api untuk menakuti korbanya.

Harto menuturkan, dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka sudah 12 kali melakukan aksinya di Bandarlampung. Rinciannya, lima kali di Telukbetung, tiga di Kemiling dan empat di kawasan Pahoman.

Ryan pernah dipenjara 1,5 tahun karena terlibat kasus pencurian dengan kekerasan pada 2013. Sementara Hendri dipenjara selama satu tahun. ”Hendri merupakan residivis kasus curamor dan penadah hasil curian,” urainya.

Sementara Ryan mengaku menjambret untuk modal bermain biliar, foya-foya dan membeli sabu, ”Saya menjambret buat foya-foya. Uangnya untuk main biliar dan beli sabu,” kata Ryan.

Lelaki itu mengungkapkan, ia belajar menjambret dari rekannya. Setelah itu, ia berpasangan dengan Hendri. ”Saya jadi pemetik dan Hendri joki. Sudah 12 kali (beraksi),” sebut dia.

Keduanya menjadikan wanita pengendara motor sebagai sasaran. ”Biasanya saya ambil HP atau tas. Kalau HP, saat korban meletakkannya di bagasi depan (motor matic). Untuk tas, saya rampas,” kata dia.

Biasanya, dua penjahat kambuhan ini beraksi pada pukul 08.00 WIB-pukul 10.00 WIB. Sebelumnya mereka mengikuti calon korban. ”Kami juga beraksi malam hari. Kita ikuti dulu. Kalau sudah aman, baru saya pepet dan ambil HP atau tas,” sebut dia.

Hasil kejahatan itu kemudian dijual melalui media sosial Facebook. ”Kalau HP saya jual lewat FB. Harganya antara Rp200 ribu-Rp700 ribu,” ujarnya.

Sedang Hendri mengaku mau diajak karena tidak tidak memiliki pekerjaan tetap. Lelaki dengan tiga anak ini membenarkan dirinya bertugas membawa motor.


(nas/jpg/JPC)