Belanja CCTV dan ATCS, Pemkot Batu Ajukan Anggaran Rp 11.2 Miliar

Kepadatan kendaraan baik mobil, bus, motor, angkot, dan yang lainnya saat ini terpantau hingga tempat wisata Jatim Park 3. Setidaknya sejak pukul 10.00 hingga siang ini kepadatan kendaraan terus bertambah.

KOTA BATU – Pemkot Batu punya ancang-ancang khusus untuk mengatasi kemacetan dan menambah kenyamanan wisatawan. Salah satunya bakal disajikan dalam bentuk pengadaan closed circuit television (CCTV) dan area traffic control system (ATCS).

Menurut penghitungan mereka, dana tak kurang dari Rp 11,2 miliar dibutuhkan untuk pengadaan dua alat tersebut. Khusus untuk ATCS, pemkot memperkirakan dana yang dibutuhkan menyentuh angka Rp 10 miliar.

Sementara pengadaan CCTV diprediksi menelan biaya Rp 1,2 miliar. Karena titik pemasangan CCTV dan ATCS berada di wilayah Pemprov Jatim, usulan itu pun disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov). Hasilnya, respons positif sudah didapatkan Pemkot Batu. Pada tahun ini, bakal ada 6 titik pemasangan CCTV dan 5 titik ATCS yang didanai pemprov.

”Dari pemprov memang ada 11 titik lokasi yang bakal dipasang dan diakomodasi. Yang pasti tahun ini ada 2 titik yang sedang disurvei,” terang Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu Chairul Anwar.

Untuk diketahui, ATCS merupakan sistem kendali lalu lintas yang berguna untuk menyelaraskan waktu lampu merah di beberapa titik. Saat terjadi kemacetan, fungsi alat ini benar-benar dibutuhkan.



Sementara untuk pemantauannya bisa dilakukan lewat CCTV di beberapa titik lalu lintas. Rencananya, titik ATCS akan dipasang di lima lokasi. Di antaranya di Jalan Moh Hatta, Moh Hatta–Ir Soekarno, Pattimura–Diponegoro, Gajahmada–Panglima Sudirman, dan Panglima Sudirman–Trunojoyo. Sementara CCTV bakal dipasang di enam lokasi. Yakni di perbatasan Jalan Ir Soekarno dengan jalan krematorium, simpang tiga Jalan Raya Selecta, Jalan Junggo, Jalan Sultan Agung, dan Jalan Abdul Gani-Suropati.

Selain mengharapkan bantuan pemprov, Dishub Kota Batu juga berencana melakukan pemasangan CCTV di dua titik. ”Kemarin sudah disurvei pihak ketiga. Rencana di Jurang Soso dan Museum Angkut,” jelas Choirul. Di titik Museum Angkut nantinya bakal menggunakan kamera 360 derajat. ”Kamera 360 derajat ini cocok untuk lokasi pertigaan sama perempatan,” tambahnya.

Sedangkan di titik Jurang Soso, di perbatasan Karangploso Giripurno bakal menggunakan dua kamera fiks yang berlawanan. ”Rencananya bulan Mei selesai pemasangannya. Itu untuk mengantisipasi libur Lebaran nanti,” bebernya.

Ke depan, dishub juga sudah mengakomodasi beberapa pengadaan alat lainnya. ”Nanti ada variable message sign (VMS). Itu berfungsi mengarahkan ke mana si pengguna jalan akan memilih jalannya,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berharap pengadaan CCTV dan ATCS bisa bermanfaat untuk hal lainnya. Seperti menekan angka kejahatan hingga bencana.

”Semua yang memiliki kriteria rawan bisa dipasang CCTV agar termonitor semuanya,” terang Dewanti. Bila ada data awal terkait bentuk kejahatan maupun kasus bencana, dia yakin penanganan selanjutnya bakal lebih cepat.

Pewarta: MSA
Penyunting: Amalia Safitri
Penyunting: Bayu Mulya