Belajar Taman Strawberry, Wali Kota Batu Ajak Petani Belajar Ke Lembang

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menanam strawberry

KOTA BATU – Musim hujan tiba, strawberry jarang berbuah. Hal ini menjadikan petani buah ini sedikit resah, pasalnya panennya harus menunggu saat musim kemarau.

Salah seorang petani strawberry, Sugiono menyatakan saat cuaca hujan daun strawberry mudah kering, buah cepat busuk dan hanya tumbuh kecil.

“Karena memang tidak bagus kalau dicuaca ini kan. Sekarang kita mulai tanam lagi jadi pas musim kemarau sudah berbuah lebat,” ungkapnya, Rabu (26/12).

Padahal biasanya petani bisa menghasilkan panen 15 – 20 kg strawberry dalam sekali panen. Namun, karena kendala sistem penanaman di musim penghujan hasil panen pun tak bisa diprediksi.

“Kalau kemarau satu minggu saja bisa 2 kali panennya. Ini malah hampir tidak bisa panen. Karena kita juga terkendala sistem penanaman. Kita masih menanam di lahan terbuka,” imbuhnya.



Sementara itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menjelaskan terkait menurunnya hasil panen strawberry di musim penghujan pihaknya akan melakukan pemberdayaan petani melalui pelatihan ke Lembang, Bandung Jawa Barat.

“Kami sudah rencanakan nantinya beberapa petani akan dikirim untuk belajar ke Lembang. Dengan kendala itu nanti akan seperti apa, karena di Lembang tetap bisa berbuab dengan baik, mereka sudah punya cara khusus selain menggunakan Green House. Kualitas pemberdayaan petani akan kita tingkatkan,” tandasnya.

Pewarta: Arifina
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Arifina