Belajar Sistem Mal Layanan Publik ke Bali

DENPASAR – Ini dia model pelayanan publik istimewa yang diterapkan oleh Pemkot Denpasar, Bali, yang bisa ditirukan oleh Pemkot Batu atau bahkan Malang Raya. Namanya Mal Layanan Publik. Di mal ini, hampir semua layanan publik bisa dilakukan di satu tempat tersebut.

Bahkan bukan hanya layanan dari pemkot, tetapi juga layanan dari instansi vertikal. Seperti kepolisian, imigrasi kejaksaan BPJS pertanahan, PLN, Taspen, dll.

”Sehingga kalau cari SIM bisa sekalian mengurus surat-surat lainnya,” terang Kabag Humas Pemkot Denpasar Dewa Rai saat menerima kunjungan kerja Humas Pemkot Batu bersama awak media dari Kota Batu, Rabu (14/11).

Sementara untuk pembayaran langsung lewat bank. Tidak ada transaksi langsung dengan pegawai. Hal ini untuk menghindari adanya suap.

”Karena kami ingin menciptakan transparansi. Maka, kami buat sistem agar antara yang melayani dan dilayani tidak bertemu langsung,” ujar dia.

Menurut dia, awalnya tidak gampang mengubah mindset para kepala dinas dan pegawai. Tetap dengan dorongan Wali Kota Denpasar agar semua ASN wajib memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

”Dan ternyata bisa, sampai sekarang ngurus apa pun bisa dilakukan di mal.layanan publik itu,” terang Made.Sehingga saat ini masyarakat Kota Denpasar tidak perlu wira-wiri untuk mengurus berbagai surat.

Dewa menambahkan, ide pembangunan mal layanan publik ini sebenarnya juga dari hasil studi banding Pemkot Denpasar dan awak media. Setelah studi banding, media banyak mengulas sistem layanan one stop service tersebut.

Namun, di Pemkot Denpasar ditambahi juga dengan layanan dari berbagai instansi vertikal. ”Kami ajak semua instansi vertikal ini dan mereka bersedia,” tutupnya.

Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Kholid