Belajar Bisnis dengan Kearifan Lokal Bareng Bayu Skak, Mau?

MALANG KOTA – Berbinis itu jangan hanya mengejar untung semata. Berbisnis di era 4.0 ini juga harus dibarengi dengan semangat untuk mengembangkan keartifan lokal.

Jadi, seperti apa bisnis dengan kearifan lokal itu?

Ingin tahu lebih jauh, datang saja ke seminar ‘Globalizing Local Wisdom for Sustainability’, di Aula Gedung F Lantai 7 FEB UB Rabu besok (11/9).

Acara ini diselenggarakan oleh Program studi Kewirausahaan, Jurusan Manajemen, Fakuktas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB).



Ada tiga pemateri yang dihadirkan. Yakni Bayu Skak, Dinar Hana, dan Indartato.

Bayu Skak, seperti diketahui merupakan salah satu contoh pebisnis di industri perfilman yang berhasil mengangkat kearifan lokal. Di antaranya lewat film ‘Yo Wis Ben’.

Dinar Hana merupakan entepreneur muda asal Malang yang membuka bisnis dari bidang IT hingga coffee shop. Sedangkan Indartato yang saat ini menjabat sebagai Bupati Pacitan jadi contoh pemimpin yang sukses membuat kebijakan ekonomi kelokalan.

Seminar tersebut merupakan bagian dari Creatonomics Business Creativity Competition (CBCC) 2019. Yakni kompetisi kewirausahaan yang diadakan FEB UB dalam skala nasional.

“Gelaran ini sebagai upaya dalam pengembangan ide bisnis, kami menyelenggarakan kompetisi, sekaligus edukasi tentang pengembangan bisnis di era masa kini,” kata Ketua Pelaksana CBCC, M. Abdi Dzil Ikhram, SE, MM.

Kalian dari mahasiswa manapun bebas ikut seminar ini. Biaya masuknya berapa? Gratis kok! Kalian bakal banyak banget ilmu dari ketiga pemateri. Tak lupa akan diberikan fasilitas snack dan sertifikat. Kuy dateng!

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Facebook Bayu Skak
Editor : Indra M