Bekuk Ratusan Perusuh, Bara JP Dukung Polisi Ungkap Dalangnya

JawaPos.com – Dukungan terhadap pihak kepolisian segera menangkap para perusuh dalam aksi 22 Mei 2019 di Jakarta dan beberapa daerah lain, terus disuarakan berbagai kalangan. Salah satunya Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP).

“Kami mendukung pihak kepolisian untuk bertindak tegas dan proporsional terkait para perusuh di Ibu Kota juga dalang utamanya,” ujar Pengurus Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Viktor S. Sirait kepada JawaPos.com.

Ia juga menduga, bahwa kerusuhan di sejumlah titik di Jakarta itu sudah direncanakan. Karena tampak dari aksi pembakaran bus Brimob dan beberapa kendaraan di Kompleks Brimob.

“Ini sepertinya disengaja. Apalagi sudah ada yang sejak awal mempersiapkan membawa bom molotov dan kembang api,” ujarnya.

Menurutnya, tindakan para perusuh itu sudah tak dapat ditolerir lagi dan harus ditangkap, termasuk para dalang di belakang para perusuh itu.

Lebih lanjut, Viktor juga memberi apresiasi terhadap aparat keamanan, baik polisi maupun TNI, yang sejak awal menggunakan cara-cara persuasif menghadapi para pengunjuk rasa.

“Tentu kami percaya dan mendukung penuh semua langkah yang dilakukan polisi dan TNI dalam menghadapi unjuk rasa ini,” jelasnya

Viktor juga berharap, kepada pihak yang belum puas dengan hasil pemilu agar mengajukan gugatan ke Mahkamah konstitusi (MK). Karena itu sudah menjadi perintah dari undang-undang yang disepakati semua.

“Jika memang ada kecurangan seharusnya mereka membawa bukti kecurangan tersebut ke MK dengan membawa bukti,” ujarnya

Sementara itu, Kepolisian Resort Metro Jakarta Barat telah melakukan penangkapan kepada 183 orang yang diduga menjadi provokator dalam aksi penyerangan dan pembakaran di asrama Brimob Petamburan pada aksi 22 Mei kemarin. Mereka diringkus saat kerusuhan pecah.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, tersangka yang ditangkap juga diduga melakukan perusakan dan pembakaran. “Total tersangka yang kita tangkap sebanyak 183 orang,” ungkap Hengki, di Mapolres Jakarta Barat, Kamis (23/05).

Pelaku yang diamankan banyak berasal dari luar Jakarta. Antara lain 41 Orang dari Banten,  13 dari Jawa Tengah,  27 Orang dari Jawa Barat,  11 orang dari Sumatera dan 51 dari Jakarta.

Hengki menjelaskan, pihaknya juga dibantu anggota Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta dan para ulama untuk menghalau kelompok massa. Namun kerusuhan tetap pecah karena ada massa yang tetap ngotot melempari polisi dengan batu.

“Perlu diketahui, kami dibantu ulama dan tokoh FPI, dan juga masyarakat sekitar untuk menghalau massa,” jelasnya.

Hengki juga mengidentifikasi massa berasal dari berbagai daerah. Yang jelas, para pelaku ini menurutnya sudah mempersiapkan untuk melakukan kerusuhan, membawa busur, dan bahan bakar.

“Mereka mengincar properti-properti warga dan juga polisi hingga terjadi bentrokan,” terang dia.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa Uang Tunai Rp 20 Juta, 92 unit Ponsel,  1 buah sarung, 1 per besi, 19 Amplop berisi uang Tunai, 7  buah Batu, 1  petasan Mercon, 2 buah Bom Molotof, 12 buah anak Panah, 1 buah Gunting, 1  bilah Golok, 1 buah Bambu Runcing. Serta sejumlah amplop.

“Salah satu amplop, dibuka  isinya Rp 100 ribu. Kemudian ada pasta gigi sebagai persiapan ingin berhadapan dengan gas air mata atau petugas, dan juga busur akan dibawa ke labfor. Menurut Informasi intelijen mengatakan ada zat beracun,” tandas Hengky.