Bekraf Sertifikasi Perajin Batik








JawaPos.com – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengadakan sertifikasi kepada seratusan perajin batik di Soloraya. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pembatik dan produk yang dihasilkan. Sertifikasi diadakan di Hotel Best Western, Solobaru. Acara diikuti para pembatik tulis dan batik cap.







Kasubdit Standardisasi dan Sertifikasi Bekraf Budi Triwinanta mengatakan, sertifikasi untuk perajin batik sangat diperlukan. Mengingat batik akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Untuk itu, Bekraf berinisiatif meningkatkan kualitas produk dengan mengadakan sertifikasi.









“Sertifikasi ini ke depan menjadi perlu. Mengingat untuk bisa bersaing dengan produk luar negeri, semua produk harus sudah mengantongi sertifikasi,” terang Budi di sela acara, Rabu (24/10).







Berdasarkan pengalaman, saat produk masuk di negara lain yang pertama ditanyakan adalah masalah sertifikasi. Dengan adanya sertifikasi maka kualitas produk yang dihasilkan akan lebih terjamin.







Sertifikasi perajin batik tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas produk. Tetapi juga bisa mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian para perajin batik.







“Selain meningkatkan kualitas dan SDM, dengan adanya sertifikasi maka harga produk juga akan lebih tinggi. Maka akan meningkatkan perekonomian bagi perajin batik,” ucapnya.








Sertifikasi juga menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) batik. Persyaratan bagi perajin yang bisa mengikuti sertifikasi adalah minimal tiga tahun sudah berkecimpung di dunia batik. Penilaian yang akan menentukan sertifikasi di antaranya kemampuan, pengetahuan dan sikap pembatik itu sendiri.








“Kalau sudah mengantongi sertifikasi, maka produk batik akan lebih berkualitas dan bisa dijual dengan harga tinggi. Inilah yang akan meningkatkan kesejahteraan para pembatik,” terang Direktur LSP Batik Subagiyo.







(apl/JPC)