Begini Reaksi Tsamara Saat Dikritik Media Rusia Soal Putin

Begini Reaksi Tsamara Saat Dikritik Media Rusia Soal Putin

?Saat dikonfirmasi, Tsamara memahami keberatan RBTH. Sebab RBTH adalah sarana kampanye Rusia di dunia internasional. Oleh karena itu, sangat wajar bila RBTH wajib membela citra Putin di dunia internasional.

Tsamara mengatakan, kritik itu ditujukan kepada Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang mengagumi Presiden Rusia? Vladimir Putin.? Bahkan ingin Indonesia seperti Putin yang tidak ‘plonga plongo’.

Tsamara Amany Alatas dikritik oleh media Rusia, Russia Beyond the Headlines (RBTH)
(Wikimedia)

?Nah, dirinya pun sebagai WNI wajib mengingatkan masyarakat Indonesia bahwa kriteria kepala negara seperti Putin bukanlah pemimpin yang layak.

“Karena Indonesia yang saat ini berkomitmen memperjuangkan demokrasi dan memerangi korupsi,” ujar Tsamara dalam keterangan tertulisnya yang diterima JawaPos.com, Jumat (6/4).

Tsamara yang mengkritik Putin bukan berarti anti terhadap rakyat Rusia yang memiliki peradaban luar biasa. “Ini sama saja ketika kita mengkritik Donald Trump dan cara-caranya memenangkan pemilu dengan menggunakan politik identitas, bukan berarti saya membenci rakyat Amerika Serikat,” katanya.

Menurut Tsamara, penilaian tentang kualitas Putin yang diktator, otoriter, dan membiarkan korupsi terorganisir sudah banyak dikemukakan media dan lembaga-lembaga riset ternama di negara-negara demokratis dunia.

“Saya hanya merujuk pada analisis-analisis tersebut. Misalnya, survei The Economist tahun 2017 masih menempatkan Rusia sebagai negara dengan rezim otoritarian,” katanya.

?Sebelumnya, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany Alatas kembali membuat kontroversi. Hal itu lantaran ada salah satu akun Twitter mengunggah video Tsamara Amany yang mengungkapkan tentang Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam video berdurasi 44 detik ini, Tsamara menjelaskan tentang segala bentuk keburukan yang dilakukan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan juga negara Rusia.

“Putin bukan contoh pemimpin yang baik. Ia membungkam oposisi dan pers di Rusia sana. Di Rusia tidak ada kebebasan beraspirasi seperti di Indonesia?. Bahkan di sana praktik-praktik korupi dibiarkan begitu saja. Kalau kita lihat dari indeks persepsi korupsi, Indonesia jauh dari di atas Rusia,” kata Tsamara di video tersebut.


(gwn/JPC)