Begini Merananya SMKN Pinggiran di Kota Malang

PPDB Ditutup, Masih Kekurangan Ratusan Siswa

MALANG KOTA – Kuota penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk SMKN belum terisi maksimal. Masih ada ratusan kuota yang belum terpenuhi dalam PPDB online yang sudah ditutup, Kamis (28/6). Umumnya, mayoritas SMKN yang pagunya tidak terpenuhi tersebut berada di daerah pinggiran.

Salah satunya sekolah yang ratusan pagunya belum terisi adalah SMKN 13 Kota Malang. Dari jalur online, hanya terisi 101 siswa yang mendaftar. Padahal, ada 247 kuota yang tersedia di sekolah ini. Sedangkan untuk jalur offline, ada 17 pendaftar. Dengan demikian, masih ada 129 kuota yang belum terpenuhi. Sebanyak 129 kuota tersebut ada di empat jurusan, yakni nautika kapal niaga, keperawatan, multimedia, dan TPHP (teknologi pengolahan hasil pertanian).

Kepala sekolah SMKN 13 Dwi Lestari menyatakan, kekosongan pagu yang besar sudah terjadi sejak tahun lalu. Padahal, dari data yang sempat dia simak, tahun ini ada peningkatan meskipun belum signifikan hasilnya. Mantan kepala sekolah SMAN 10 ini menjelaskan, faktor utama SMKN 13 belum terpenuhi pagunya adalah akses lokasi yang dirasa jauh bagi wali murid.

”Mau bagaimana lagi, lokasinya memang tidak dijangkau angkutan umum. Kadang siswa harus oper lebih dari tiga kali,” ucapnya menceritakan akses ke sekolah yang berada di Merjosari ini.

Untuk siswa yang sudah mendaftar melalui PPDB online, menurut Dwi, masih berpeluang untuk tidak daftar ulang.

”Sedangkan, jika dibuka gelombang kedua, bisa menimbulkan polemik. Tetapi, jika pagu belum terisi, sementara wali murid memaksa masuk, bagaimana?” imbuhnya. Untuk saat ini, pihaknya menunggu aturan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, tidak terpenuhinya kuota juga terjadi di SMKN 7 Kota Malang. Dari 543 pagu yang disediakan, masih ada 150-an kuota yang belum terpenuhi.

”Untuk menerima rontokan siswa yang gagal masuk SMA, masih menunggu keputusan UPT,” ucap kepala sekolah SMKN 7 Eko Pudjimartono, kemarin.

Dari lima jurusan yang tersedia, dua di antaranya masih memiliki kekosongan bangku yang sangat banyak. ”Yakni, jurusan analisis pengujian laboratorium dan kimia analisis, program sekolah 4 tahun,” imbuh pria yang sekaligus kepsek SMKN 6 ini.

Meskipun masih tersisa banyak, dia mengaku kewalahan menghadapi wali murid yang memaksakan anaknya masuk SMKN 7 selepas pengumuman PPDB. Mereka ingin memasukkan anaknya, meski tidak daftar PPDB online.

”Kalau memaksa masuk, ya silakan. Wali murid bisa menulis surat pernyataan masuk ke sini. Kalau ada apa-apa, tanggungan mereka,” ujarnya.

Baginya, pagu kosong berjumlah ratusan tidak jadi masalah. ”Sekolah tetap berjalan seperti biasanya. Masalah dana berkurang atau bagaimana, nanti biar dinas yang mengatur,” pungkasnya.

Pewarta: Sandra Desi
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Sandra Desi