Begini Kunci Motivasi Yahya, Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang Saat Bertanding di Asian Games 2018

MALANG KOTA -Mohammad Ashfya, 23. Atlet Voli Pantai Asia Games 2018 peraih medali perak ini rupanya masih mahasiswa. Ia menempuh pendidikan di IKIP Budi Utomo (IBU) sejak 2014 lalu.

Ditemui di gedung Kampus A, Senin siang, (10/9). Ia menyempatkan waktu untuk berbagi kisah pengalamannya saat bertanding di Asian Games 2018, lalu.

Tak dipungkiri, lawan terberatnya selama 8 kali pertandingan kala itu ialah tim dari negera Qatar. Apalagi sudah dianggap sebagai musuh bebuyutan dalam pertandingan.

Meski demikian, bersama rekannya, Ade Candra Rahmawan asal Yogyakarta. Mereka tetap optimis.

“Waktu itu kita skor kita memang tipis sekali, dan saya akui kita kalah dalam postur, tapi menang di taktik,” ujarnya



Mengaku sudah 10 tahun berkiprah di dunia bola voli baik indoor ataupun pantai. Yaya mengatakan, disiplin adalah yang terpenting. “Karena kalau sudah masuk nasional apalagi Asian Games, itu sudah profesional. Untuk aktivitas harus diatur. Mulai makan, main sampai waktu tidur,” beber mahasiswa jurusan PJKR (Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rohani) tersebut.

Di sisi lain, bukan emas yang ia targetkan dalam setiap kali bermain. Melainkan mengatur fokus. Bahkan, Yaya berkata punya taktik sendiri, yakni meraih poin demi poin.

“Setiap kali bertanding, yang saya pikirkan bukan medali emas. Tapi poin demi poin. Artinya apa yang saya lakukan, itu yang saya fokuskan. Misalkan saya sedang smash, maka saya harus fokus smash sebaik mungkin,” beber Yaya.

Sebab, dirinya mengaku tak ingin bertanding dengan beban. Supaya lebih konsentrasi saat menjalankan strategi. Mengingat, menjelang Asian Games ia sempat merasakan ketegangan yang sangat mengganggu.

“Di awal memang ada ketegangan, ngerasa takut ajalah, tapi seiring berjalannya waktu ada psikolog juga, jadi agak lepas,” ungkap pria asli Sidoarjo ini.

Pewarta: Feni Yusnia
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Feni Yusnia