Prabangsa wartawan Radar Bali

MALANG – Kasus pembunuhan terhadap wartawan Radar Bali AA Narendra Prabangsa sempat menyita perhatian publik. Baik saat terjadi pembunuhan, proses pengadilan. Saat ini publik kembali dikejutkan dengan pemberian grasi oleh presiden kepada Nyoman Suasrama, otak pembunuhan wartawan tersebut.

Prabangsa diduga dibunuh karena memberitakan dugaan penyimpangan proyek pembangunan sekolah TK Internasional di Bangli oleh dinas pendidikan. Dari sumber radarmalang.id, kasus pembunuhan sang jurnalis itu telah dipaparkan oleh Kapolda Bali Irjen Polisi Teuku Ashikin Husein kepda wartawan pada 25 Juni 2009 lalu.

Kronologi
11 Februari 2009
– Pukul 16.30 korban dijemput oleh pelaku Komang Gede,Nyoman Rencana dan Komang Gede Wardana di Taman Bangli menggunakan mobil.
– Korban dibawa ke rumah Susrama di Bangli.
– Setelah Susrama tiba di rumahnya, korban digelandang ke belakang rumah dengan kedua tangan dilipat dan diikat di belakang.
– Susrama memerintahkan Nyoman Rencana dan Wardana
menghabisi nyawa korban.
– Pelaku memukul kepala bagian depan korban hingga terkapar. Setelah tak bernyawa, mayat korban dimasukkan ke kamar.
– Susrama memerintahkan pelaku lainnya, Jampes dan Endy, untuk membersihkan darah yang tercecer.
– Sekitar pukul 21.30, mayat korban dibuang di tengah laut Padangbai, Klungkung.

16 Februari 2009
– Mayat ditemukan mengambang di laut Padangbai, Klungkung.

Penyunting: Kholid Amrullah