Begini Kronologi Ledakan Kapal Bermuatan BBM di Sungai

JawaPos.com – Ledakan kapal jukung Mulya Jasa yang bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) terus diselidiki oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palembang. Hinggi kini belum diketahui penyebab terjadinya ledakan yang mengakibatkan 8 korban tersebut.

Kasat Pol Air Polresta Palembang, Kompol Cahyo Yudo Winarno mengatakan kejadian ini berawal saat kapal Mulya Jasa membeli BBM 10 drum solar dan 10 drum premium.

Kemudian, saat akan bertolak dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBB) terapung di 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) 1 Palembang tiba-tiba kapal pun langsung meledak.

“Kami telah mendatangi TKP dan memberikan garis polisi di tempat kejadian,” katanya saat dihubungi JawaPos.com (20/12).
Akibat kejadian ini sebanyak 7 orang mengalami luka dan satu orang hilang sehingga masih dalam pencarian.

Saat ini empat korban tengah dirawat di Rumah Sakit Muhammad Hoesin yakni Dafit Faris Sarubi, 4, mengalami luka robek dibagian bibir.

Supriyanto, 56 mengalami luka di bagian kepala akibat serihan besi, Har, 21, mengalami luka bakar 80 persen ditubuhnya dan Roni, 21, mengalami luka bakar 60 persen ditubuhnya.

Sedangkan yang dirawat di Rumah Sakit AK Gani yakni sebanyak tiga orang yaitu Herman, 35, mengalami luka dipelipis mata kiri dan sudah diperbolehkan pulang kerumah, Hendra, 34, mengalami luka benjol di bagian kepala belakang dan Joniansyah, 48, mengalami patah tangan sebelah kanan, luka di dagu bawah dan pipi kanan.

“Saat ini korban yang masih menghilang atas nama Zulman tengah dicari,” tutupnya.

Seperti diketahui, warga di sekitar Benteng Kuto Besak (BKB) mendadak dibuat heboh. Pasalnya, kapal berukurang sedang meledak tepat diperairan Sungai Musi Palembang.

(lim/JPC)