Begini 5 Cara Perlakukan Orang Tua Agar Paham Dunia Milenial

Begini 5 Cara Perlakukan Orang Tua Agar Paham Dunia Milenial

JawaPos.com – Berbicara tentang generasi milenial tentu identik dengan sesuatu yang dinamis. Mereka cenderung memilih untuk hidup bebas, lebih kreatif, dan mudah untuk menyampaikan pendapat. Faktor teknologi terkadang mengambil peran besar dalam membentuk pola pikir para kaum milenial.

Namun, kadang sebagai orang tua tidak gampang memahami kemauan generasi milenial. Seperti dilansir dari Boldsky, Senin (18/6), tidak jarang terjadi kesalahpahaman dan kesenjangan diantara keduanya.

Faktor utamanya adalah kurang komunikasi dan inisiatif untuk memulai perubahan. Tapi, untuk menjembatani perbedaan tersebut, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Apa saja?

1. Berteman Dengan Mereka



Tanpa menyingkirkan rasa hormat, jadikan orang tua sebagai teman agar tidak ada kecanggungan untuk bercerita satu sama lain. Ketika Anda menganggap orang tua sebagai teman, berarti harus lebih peka terhadap apapun. Hindari sikap seenaknya sendiri. Usahakan ajak orang tua masuk ke dalam dunia yang Anda geluti agar timbul rasa saling memahami.

2. Gunakan Teknologi Dengan Bijak

Generasi milenial memang lebih dekat dengan teknologi. Bahkan, hampir tiap hari berkenaan dengan teknologi. Termasuk penggunaan media sosial. Nah, tak ada salahnya mengajari teknologi terbaru pada orang tua untuk menghindari kesalahpahaman. Anda tentu tak mau bukan kalau karena ketidaktahuan, beberapa foto memalukan diunggah orang tua ke media sosial?

3. Libatkan Dalam Kegiatan Sosial

Ini mungkin terdengar tidak keren untuk beberapa orang. Tapi, sebagai anak tak ada salahnya membawa orang tua bersama ke acara Anda seperti ulang tahun. Mereka tidak hanya akan merasa istimewa tetapi juga tahu apa yang terjadi di generasi Anda. Ini akan membantu para orang tua lebih memahami dunia Anda.

4. Berkomunikasi

Bagian terpenting dari setiap hubungan adalah berkomunikasi. Jarak antar generasi terjadi hanya karena kesenjangan komunikasi. Berkomunikasi dengan para orang tua harus dilakukan dari hati ke hati. Sampai kapanpun orang tua Anda adalah orang pertama yang bergerak jika sang anak mengalami kesulitan. Jika benar-benar ingin menjembatani kesenjangan generasi muda dan orang tua, maka komunikasikan.

5. Jadilah Pendengar yang Baik

Setiap orang dapat berbicara, tetapi tidak banyak yang dapat menjadi pendengar yang baik. Untuk membangun jembatan untuk menghilangkan kesenjangan generasi, keduanya harus saling mendengarkan. Anda harus mendengarkan apa yang mereka katakan, bukan untuk membalas.

(fid/JPC)