Bebaskan Diri dari Depresi Dengan Curhat

“Hey, Hear My Story”. Permintaan tersebut terdengar sederhana, kan? Padahal, di balik itu ada kebutuhan untuk membuat hati menjadi ringan dan tenang lho! Yap, curhat yang atau curahan hati ini memang punya peran yang penting banget untuk hadapi masalah kehidupan sehari-hari. Tujuannya, untuk mengurangi beban hati dan pikiran agar tidak sampai timbul depresi.

Selengkapnya, simak yuk penjelasan dari Rr Nia Paramita Yusuf, M.Si., M.Psi, salah satu Psikolog di Kota Malang berikut ini !

1. BEDA KEPRIBADIAN, BEDA CARA CURHAT
Eits, curhat memang terlihat mudah, tapi gak semua orang bisa luwes curhat nih! Psikolog Nia mengungkapkan kecenderungan susah curhat ini karena dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya tipe kepribadian. ”Bagi tipe ekstrovert memang biasanya mudah membuka diri. Sedangkan tipe introvert yang cenderung tertutup baru akan curhat ketika sudah mencapai titik puncak,” jelasnya.

Anyway, aspek budaya ternyata juga cukup punya andil lho! Dalam budaya patriarki, cowok ditunjukkan sebagai sosok yang kuat dan tegar. Hasilnya? Cowok pun merasa canggung dan harus jaga image ketika harus mencurahkan isi hati. Duh, boys have feeling too! Dear boys, it’s definitely okay to pour your heart out!

2. RESIKO JARANG CURHAT
Psikolog Nia menjelaskan, jika jarang curhat cenderung menimbulkan perilaku menyimpang. “Adanya perasaan repress atau tertekan yang menumpuk akan membuat seseorang rapuh. Akibatnya, dia menjadi sering melamun atau linglung”, ungkapnya.

Di samping dampak psikis, Psikolog Nia juga cerita kalau jarang curhat akan memberi efek yang serius di kesehatan fisik ! “Cerita yang tidak diungkapkan menimbulkan anxiety. Perasaan gelisah itulah yang kemudian bisa membuat mual atau pusing,” imbuhnya. Selain itu, berat badan juga ikut berpengaruh karena perubahan nafsu makan. “Antara nafsu makan naik atau turun,” tukas Nia.

3. CARI TEMAN CURHAT
Go grab someone and start to talk! Pilih orang terdekat yang menurutmu layak untuk menjadi pendengar curhat, teman misalnya. Curhat ke teman cowok akan buat kamu berpikir rasional, tapi gak jarang juga bikin baper hehehe.

Nah, kalau ke teman cewek, siap-siap jadi makin mellow ya! Cewak cenderung punya empati lebih tinggi, suka pakai feeling dan ikutan emosi. Di lingkungan sekolah, curhat ke Bimbingan Konseling atau BK bisa jadi opsi terbaik. Sayangnya, masih banyak yang ‘parno’ nih sama BK.

“Bagi siswa, BK dianggap sebagai tempat anak bermasalah. Padahal kenyataannya gak seperti itu, dengan curhat BK siswa akan mendapat banyak solusi,” ujar Psikolog Nia.

Saat di rumah, gantian orang tua yang berperan sebagi pendengar curhatan. “Orang tua harus jadi orang pertama yang mendengar curhatan anaknya. Maka dari itu, orang tua harus aware dan peka dengan kondisi anak mereka,” tukas Nia. Dari ketiga pilihan tersebut gak ada yang pas di hati?

Tenang, kamu bisa langsung konsultasi ke Psikolog! Sebagai ahlinya, mereka akan menangani masalahmu secara profesional. Plus, membuatmu aman dan nyaman.

Pewarta : Zhavirra Noor Rivdha
Foto : Fery Arifian
Penyunting: Fia