Bea Cukai Musnahkan 4,6 Juta Batang Rokok Ilegal

MALANG KOTA – Jumlah peredaran rokok ilegal di Malang Raya sepertinya masih tinggi. Sepanjang 2017 ini, Kanwil (Kantor Wilayah) DJBC (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai) Jawa Timur II mengamankan sebanyak 4.659.881 batang rokok ilegal. Jenisnya meliputi SKT (sigaret kretek tangan) dan SKM (sigaret kretek mesin).

Kemarin (19/12) jutaan batang rokok ilegal itu dimusnahkan bersamaan dengan pemusnahan barang lain hasil sitaan. Di antaranya, sex toys, obat-obatan, dan barang impor lainnya. Pemusnahan tersebut dilakukan di halaman kantor Kanwil DJBC Jatim II, Jalan Raden Intan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

”Kalau banyak barang ilegal, kan merugikan negara dan masyarakat,” ujar Kepala Kanwil DJBC Jatim II Agus Hermawan usai memusnahkan barang hasil sitaan kemarin.

Agus memaparkan, peredaran rokok ilegal menduduki peringkat kedua. Dari 578 kali penindakan sepanjang 2017, penindakan terhadap rokok ilegal sebanyak 259 kali. Itu dibuktikan melalui SBP (surat bukti penindakan). ”Ada 259 kali cukai hasil tembakau (yang kami tindak),” katanya.

Sedangkan barang ilegal lainnya seperti sex toys, obat-obatan, dan barang impor lainnya diedarkan melalui Kantor Pos sebanyak 283 penindakan. Sisanya 14 SBP dari kawasan berikat, 21 SBP (MMEA, minuman mengandung etil alkohol), dan 1 SBP (etil alkohol). ”Kami juga menyegel 18 mesin SKM (sigaret kretek mesin) dari 16 pabrik rokok di Malang,” imbuhnya.



Mesin tersebut disegel karena izinnya untuk SKT (sigaret kretek tangan). Sementara praktiknya digunakan untuk SKM.

Agus mensinyalir perusahaan itu menggunakan mesin tersebut, sedangkan mereka memesan pita cukai untuk kretek tangan. ”Tentu ini sangat merugikan pekerja pabrik rokok,” tutur Agus.

DJBC sebagai komoditi protector, Agus menyatakan, tidak ingin barang yang beredar merugikan masyarakat dan negara. Dari penindakan tersebut, Agus mengklaim berhasil mencegah potensi kerugian negara sebesar Rp 6 miliar.

Pihaknya ingin industri hasil tembakau di Malang tetap kondusif. Untuk itu, dia akan terus memaksimalkan pemberantasan rokok ilegal dan mengamankan penerimaan negara dari cukai hasil rokok.

”Pelaku usaha yang masih ilegal kami imbau untuk segera melegalkannya karena legal itu mudah,” kata dia. ”Jika tidak melegalkan, dengan aparat lain kami melakukan penegakan-penegakan sebagaimana yang sudah diatur,” pungkasnya. (jaf/c2/dan)