BBPOM Sulsel Sita Ratusan Kosmetik Ilegal Senilai Rp 338 Juta

JawaPos.com- Balai Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyita ratusan jenis kosmetik ilegal berbagai merek. Ratusan jenis produk ilegal nasional maupun impor yang disita, merupakan barang yang diedarkan di pasar-pasar trandisional hingga modern di Kota Makassar.

Kepala BBPOM Makassar Abdul Rahim menyebutkan, ada 287 item kosmetik produk lokal hingga nasional, dan 44 jenis kosmetik impor yang disita selama dua pekan. Jika ditotal, nilai kerugiannya mencapai Rp 338 juta.

“Untuk tindaklanjutnya ada yang kami proses hukum. Ada juga yang kami lakukan pembinaan, dalam artian produk-produknya ini kami sita untuk kemudian dimusnahkan,” kata Abdul Rahim, Senin (10/12).



Seluruh produk kosmetik yang disita umumnya tak memiliki izin edar. Produk itu bersumber dan dibuat dari pabrik lokal yang ada di sejumlah daerah di Sulsel. Misalnya seperti di Kabupaten Wajo hingga Kota Palopo.

“Ada juga yang memalsukan produk terkenal dan setelah kami telusuri ternyata tidak terdaftar di BPOM. Jadi ada yang tanpa izin, ada yang memasukan dan kami kategorikan semunya ilegal tanpa izin edar,” tegas Rahim.

Sebagian kosmetik yang diperuntukan sebagai alat dekoratif wajah tersebut bahkan ada yang sudah kadaluarsa izin edarnya. Namun diduga karena enggan merugi, para oknum-oknum yang tak bertanggung jawab tetap memproduksinya tanpa memperpanjang izin penggunaanya.

“Ada beberapa yang tidak ada notifikasinya. Apa lagi yang dari luar negeri. Ada juga yang pernah mendaftar di BPOM tapi tidak memperpanjang lagi,” ungkapnya.

Seluruh pedagang yang kedapatan mengedarkan barang ilegal sementara ini masih dalam proses pembinaan dan pengawasan ketat. Sedangkan barang ilegal yang disita akan dimusnahkan dalam waktu dekat ini. Aturan itu tertuang jelas dalam Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Sementara kami telusuri juga untuk pedagang-pedagang yang masih mengedarkan barang-barang kosmetik ilegal ini sembari melakukan sosialisasi kalau masih membandel jelas kami akan tindak tegas,” pungkasnya.

(rul/JPC)