Baznas Bantu Gelontor Ratusan Juta untuk Madrasah dan Ponpes

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang melakukan terobosan dalam menyalurkan bantuan. Salah satunya dengan memberikan permodalan kepada madrasah dan pondok pesantren. Konkretnya, Baznas mengucurkan modal sebesar Rp 100 juta untuk 5 badan usaha milik madrasah/ma’had (BUMM). Salah satunya BUMM di Pondok Pesantren Al Hikmah Al Fathimiyyah, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru.

MALANG KOTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang melakukan terobosan dalam menyalurkan bantuan. Salah satunya dengan memberikan permodalan kepada madrasah dan pondok pesantren. Konkretnya, Baznas mengucurkan modal sebesar Rp 100 juta untuk 5 badan usaha milik madrasah/ma’had (BUMM).

Salah satunya BUMM di Pondok Pesantren Al Hikmah Al Fathimiyyah, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru. Peresmian itu dihadiri oleh Wali Kota Malang Moch. Anton, Ketua DPRD Kota Malang Abdul Hakim, Sekretaris Daerah Kota (Sekkota) Malang Wasto, Ketua Rois Syuriah PCNU Kota Malang KH Chamzawi, dan tokoh lainnya.

Ketua Baznas Kota Malang M. Fauzan Zenrif menyatakan, Baznas tak selalu memberikan bantuan seperti tas, sepatu, dan lainnya. Kalau pemberian seperti itu, yang mendapatkan bantuan bisa langsung memakainya.

Tetapi, jika memberikan bantuan berbentuk modal, itu bisa membuat BUMM yang terus berkembang. ”Kami tidak ingin hanya memberikan barang yang dampaknya sekali saja, seperti tas dan sepatu,” kata Fauzan siang kemarin (9/1).

Lalu, kenapa madrasah yang menerima bantuan dari Baznas Kota Malang? Fauzan menyatakan, banyak siswa di madrasah yang jadi mustahiq (berhak menerima zakat). Misalnya, saat membayar SPP, ada siswa yang kurang mampu. Pihak madrasah pun berusaha mencarikan bantuan supaya siswanya bisa meneruskan pendidikan.

Selanjutnya, Fauzan mencontohkan Ponpes Al Hikmah Al Fathimiyyah yang memiliki usaha warung bernama S3 (Syar’i Serba Sehat). ”Harapannya, usaha ini menjadi lembaga ponpes siap mandiri dalam pembiayaan yang didukung SDM berkualitas,” ucap Fauzan.

BUMM lainnya adalah Madrasah Enterpreneur (Bumiayu), Pesantren Anjal Sabilul Hikmah (Blimbing), Darussalam Agung (Buring), dan Darul Hikmah Al Hasani. ”5 BUMM itu diberikan bantuan modal bervariasi, antara Rp 100 juta hingga Rp 130 juta, dengan sistem penyetoran infak sebesar 10 persen ke Baznas Kota Malang atas laba bersih setiap bulannya. Target kami, nantinya terus ada BUMM hingga 50 unit,” tutur Fauzan.

Sementara itu, Wali Kota Malang Moch. Anton amat mengapresiasi inovasi Baznas. Menurutnya, hal tersebut memiliki nilai manfaat begitu besar untuk menurunkan angka masyakarat miskin.

”Ini sangat membantu lembaga pendidikan serta siswa dan santrinya,” kata dia. ”Ini langkah inovatif dari Baznas. Tidak melulu menyalurkan zakat dan lainnya, tapi mampu juga melakukan kegiatan pemberdayaan,” pungkasnya.

Pewarta : Ashaq Lupito
Penyunting : Kholid Amurullah
Copy Editor : Arief Rohman