Reni (baju kuning) yang pertama kali menemukan bayi

KOTA MALANG – Masih memerah. Ari-ari juga masih menempel. Rabu, (3/4) dini hari tadi, mungkin bakal jadi hari yang paling diingat bagi Reni Indrisari, 32. Pasalnya, waktu masyarakat sekitar Jalan Klayatan Gang 3 Nomor 7 RT 7 RW Bandungrejosari sedang lelap-lelapnya, wanita yang bekerja di perusahaan surat kabar yakni Jawa Pos Radar Malang ini justru menemukan bayi perempuan yang diduga belum sehari dilahirkan sedang menangis keras di teras rumahnya.

“Masih merah bayinya, tangannya juga agak pucat, kasihan kedinginan kayaknya, cuma dibungkus jaket,” sebut wanita berjilbab ini.

Untung, Reni sigap. Ia langsung membawa bayi perempuan tersebut ke dalam rumahnya, pukul 01.00 pagi itu. Yang ada di pikirnya, siapa juga yang tega membuang bayi yang cantik tersebut.

“Ya ampun cuman dibungkus jaket warna ijo, ya kayak jaket tentara gitu, dan di tengkuk bayinya ini ada kayak kotor bekas tanah gitu,” sedihnya.

Namun, ia tak terlalu memikirkan siapa yang tega menelantarkan bayi tersebut. Yang ada di pikirannya kini, ia hanya ingin merawatnya. Membawa masuk ke rumah dan memberikan pakaian yang layak pun jadi langkahnya selanjutnya.

Pagi tadi, petugas Puskesmas Sukun dikawal oleh Endang Listyowati, Kepala Puskesmas Janti, langsung hadir di lokasi. Mereka menengok kondisi bayi tanpa nama ini.

Menurut penuturan Lia Pribawaningsih, Koordinator Bidan Puskesmas Janti yang juga hadir menduga pembuang bayi adalah seorang mahasiswa atau paling tidak adalah remaja. Hal itu juga dibenarkan Reni, ia mengatakan di sekitar rumahnya banyak lokasi kos-kosan mahasiswa.

“Kalau dilihat dari jaketnya yang sepertinya jaket distro seperti yang digandrungi anak muda kekinian gitu. Sepertinya pembuangnya masih muda, ya untung masih dengan ari-arinya,” sebut Lia.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Neny Fitrin