Bawaslu Waswas Logistik Pemilu

KEPANJEN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang sedang resah. Penyebabnya ialah kebutuhan logistik pemilu yang belum siap di beberapa kecamatan. Padahal, pelaksanaan pemilu dan pileg tinggal menyisakan dua bulan lagi. Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kabupaten Malang George Da Silva menyampaikan, temuan tersebut diketahui pihaknya setelah menggelar koordinasi dengan panitia pengawas kecamatan (panwascam).

Selain jumlah logistik yang belum terpenuhi, dia juga menyebut bila masih banyak kecamatan yang kesulitan untuk menyiapkan tempat penyimpanan. ”Apalagi sekarang sedang musim hujan, gudang penyimpanan logistik seharusnya dapat perhatian serius,” kata George.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kabupaten Malang Santoko memastikan bila seluruh perlengkapan logistik yang diperlukan dalam pemilu sudah disimpan di gudang logistik KPU, di Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji.

”Kami pastikan (logistik) dalam keadaan aman dan terhindar dari potensi kerusakan. Pengamanannya dilakukan oleh aparat kepolisian,” kata dia. Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengakui bila hingga kemarin belum ada satu pun logistik yang didistribusikan ke kecamatan.

Alasannya, karena pihaknya masih harus menunggu instruksi dari KPU RI. ”Masih ada kekurangan juga dari segi jumlah, baik surat suara, sampul, dan formulir,” jelas Santoko.



Dia lantas merinci surat suara pemilu legislatif yang sudah diterima KPU. Jumlahnya 2.036.795 lembar. Rinciannya, untuk surat suara DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD Kabupaten Malang. Sementara untuk DPD berjumlah 875.000 lembar. ”Dari jumlah itu masih kurang 4.083 lembar untuk surat suara DPR RI dan DPRD provinsi. Jumlah DPT untuk Kabupaten Malang totalnya 1.996.857. Kesediaan surat suara sejumlah itu harus ditambah 2 persen sebagai cadangan,” imbuh Santoko. Kebutuhan lain seperti sampul dan formulir juga masih kurang.

Dia memastikan kekurangan tersebut diupayakan bisa terselesaikan sebelum Maret. Setelah selesai dicetak, seluruh surat suara, sampul, dan formulir bakal dibawa ke gudang logistik KPU Kabupaten Malang terlebih dahulu. Baru setelah ada instruksi, proses distribusi akan dilakukan.

Dari aspek SDM, Santoko memastikan bila pihaknya sudah mempersiapkannya secara matang. Tercatat ada 165 orang panitia pengawas kecamatan (PPK) dan 1.170 orang panitia pemungutan suara (PPS). Merekalah yang nantinya akan mengawal jalannya pesta demokrasi di 8.409 TPS.

Pewarta               : Farik Fajarwati, Miftahul Huda
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Bayu Mulya