Bawaslu Nilai Kualitas Pemilu di Kota Batam Menurun

JawaPos.com – Proses pemungutan suara Pemilu 2019 telah selesai. Dalam prosesnya, pemungutan suara di Kota Batam diwarnai berbagai persoalan yang membuat jalannya pemilihan tidak seperti yang diharapkan.

Keterlambatan logistik yang sempat membuat masyarakat di berbagai TPS khawatir. Lalu, banyaknya TPS yang kekurangan surat suara untuk pemilihan presiden. Kualitas pelaksanaan pemilihan di Kota yang bersebelahan dengan Singapura ini dinilai menurun.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam, Bosar Hasibuan mengatakan, ada banyak hal yang harus menjadi perhatian khusus bagi semua pihak yang terlibat dalam pemilu kali ini.

Terutama KPU Kota Batam sebagai pihak penyelenggara pemilu serentak ini. Bosar Hasibuan mengatakan, ini menjadi presenden buruk dalam penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan ini.



“Bisa dikatakan ini presenden buruk buat KPU, dan juga secara keseluruhan untuk pihak penyelenggara,” kata Bosar ketika dihubungi, Kamis (18/04).

Kondisi ini, lanjut Bosar, menjadi indikasi nyata akan menurunnya kualitasi pemilu 2019 ini. Meskipun demikian, ia mengaku bahwa pemilu 2019 ini juga tidak bisa dikatakan gagal. Karena pemilu serentak dengan lima pemilihan sekaligus ini merupakan penyelenggaraan pertama di Indonesia.

Hanya saja, memang terlihat pada proses pelaksanaan di lapangan, masih membutuhkan perbaikan-perbaikan. Khusunya komunikasi antar penyelenggara di lapangan, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho menilai, KPU punya andil besar atas tidak maksimalnya penyelenggaraan pemilu serentak. KPU diakuinya seperti tidak memberi arahan yang jelas bagi tim di lapangan, sehingga mengakibatkan proses yang ada menjadi terganggu.

Bimbingan teknis yang diterima oleh para petugas KPPS dinilai belum cukup dipahami, akhirnya tidak menghasilkan layanan maksimal kepada masyarakat. “Petugas di TPS itu seperti tidak paham tugas mereka, makannya proses penghitungan itu bisa sampai subuh, padahal harusnya bisa lebih cepat,” kata Udin.