Bawaslu Curigai Warga yang Hendak Serahkan Bukti Money Politics

KOTA MALANG – Hari ini (9/5) Kantor Bawaslu dikabarkan akan didatangi massa yang akan menyerahkan uang, bukti money politics. Namun hingga saat ini, Kantor Bawaslu masih sepi. Laporan ini membuat pihak Bawaslu curiga. Sebab, masyarakat baru berinisiatif melaporkan sekarang, tidak jauh-jauh hari menjelang 17 April 2019 atau maksimal seminggu setelah tanggal pelaksanaan pemilu tersebut.

Namun pada 6 Mei 2019 ada 5 orang warga yang menyerahkan uang diduga money politics. Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran, Hamdan Akbar Savara mengatakan bahwa penyerahan uang oleh 5 orang tersebut sedikit mencurigakan.

“Sekarang gini, kenapa laporannya setelah hasil rekapitulasi KPU selesai? Saat caleg siapa yang menang sudah diketahui. Kedua dari 5 orang tersebut mereka menyebutkan motif penyerahan uang yang sama. Dan yang ketiga, kalau memang berniat melaporkan kenapa tidak mau diproses. Paling nggak kan kalau mau memenuhi syarat formal bisa kita proses walaupun tidak mungkin karena waktunya sudah lama,” bebernya.

Menurut Hamdan, laporan dugaan kecurangan biasanya dilaporkan H-1 atau maksimal H+7 pemilu, tidak malah melaporkan ketika sudah ada hasil rapat pleno KPU.

“Ini malah terkesan ingin menjatuhkan caleg yang menang dengan isu-isu kecurangan,” sambungnya.



Kemudian yang membuat makin curiga adalah aduan warga di masing-masing kecamatan berbeda namun motif pemberian uangnya sama.

Dari 5 orang tersebut 3 berasal dari Lowokwaru dan 2 berasal dari Kecamatan Klojen dan Blimbing. Mereka sama-sama mengatakan bahwa menerima uang saat hari H dari orang tidak dikenal di jalan, lalu diperintah untuk mencoblos salah satu caleg.

“Kita nggak bisa memproses karena mereka juga nggak mau disuruh isi form untuk investigasi. Kalau cuma mau nyerahkan uang ya nggak bisa, saya suruh terima aja atau sumbangkan masjid. Kita nggak nampung uang,” tegas dia.

Sebelumnya diberitakan bahwa ada kabar ajakan masyarakat berkumpul di 4 titik lain. Yakni KPUD, Gudang KPUD, dan Bawaslu. Mereka mengajak untuk melaporkan isu-isu kecurangan hingga deklarasi kemenangan Prabowo-Sandi.

Sehingga pihak Polres Makota hari ini menerjunkan ratusan personel untuk mengamankan di 4 titik tersebut. Yaitu di KPUD sebanyak 200, di Bawaslu 110, Gudang KPUD 60, dan GOR Ken Arok 18. Di 4 titik tersebut hingga saat ini terpantau radarmalang.id masih sepi.

Pewarta: Rida Ayu
Foto:istimewa
Penyunting: Fia