Bau Limbah PT RUM

Bau Limbah PT RUM

Koordinator acara Eko Pujiatmoko mengatakan, hasil pemeriksaan kesehatan sudah diketahui. Ada total 152 warga dari enam desa di Kecamatan Nguter yang memeriksakan diri. Hasilnya, 50 persen warga memeriksakan diri diketahui sakit. 

“Nyuwun sewu kami belum bisa memutuskan ini adalah 100 persen  akibat dari limbah PT RUM karena butuh pemeriksaan  lebih lanjut. Tetapi itu adalah gejala penyakit yang bisa timbul akibat terjadinya polusi pencemaran udara atau air,” kata Eko, Jumat (16/2). 

Kebanyakan warga menderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), Dispepsia yakni  rasa tidak nyaman di lambung, Dermatitis yakni iritasi pada bagian kulit. Untuk ISPA ini biasanya penderitanya mengalami batuk, nyeri tenggorokan, sesak nafas. Sementara Dispepsia penderitanya mengalami mual, kembung, muntah, nyeri perut bagian atas. Untuk Dermatitis penderita mengalami kulit kemerahan, gatal-gatal, kulit kering dan bersisik. 

Pemeriksaan kesehatan ini melibatkan petugas medis dari RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo. Rinciannya warga yang terkena penyakit yakni ISPA Ringan 32 warga, ISPA Berat 19 warga Dispepsia 17 warga, dan Dematitis 8 warga. “Kami (Muhammadiyah) akan mengadakan kegiatan pengobatan gratis lagi di Desa Gupit bekerjasama dengan Universitas Ahmad Dahlan Jogjakarta,” papar Eko. 

Sebelumnya, kegiatan bakti sosial dengan beberapa pihak seperti TK Imam Suhada, KNPI, PKU Muhammadiyah Sukoharjo dan lain sebagainya. Dalam kegiatan itu ada pemeriksaan kesehatan, Pemaparan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Pembagian masker, pewangi ruangan, oksigen untuk 15 sekolah di enam desa terdampak.



Eko berharap banyak pihak yang mau bekerjasama untuk membuka posko di wilayah terdampak lainnya. Hal ini agar semua warga bisa terjangkau. Selain itu, hal ini juga untuk bisa memahami penderitaan warga yang selama ini terdampak bau PT RUM.

(rs/yan/bay/JPR)