Baru Tiga Hari Magang di NASA, Siswa SMA Temukan Planet dengan 2 Matahari

 

ZETIZENID – NASA mengumumkan bahwa salah seorang anak magangnya berhasil menemukan planet yang mengorbit dua matahari. Di hari ketiganya, siswa SMA 17 tahun bernama Wolf Cukier itu berhasil melaksanakan tugasnya pertamanya dalam projek Planet Hunter TESS (Transiting Exoplanet Survey Satelite), yaitu menguji variasi kecerahan bintang yang ditangkap oleh TESS.

Badan Penerbangan dan Antariksa AS itu mengonfirmasi hal tersebut melalui situs resminya pada (7/1). Dilansir dari CNBC (13/1), makalah Cukier telah ditinjau secara ilmiah dan planet tersebut telah dinamai “TOI 1338 b” melalui pertemuan American Astronomical Society ke 235.

Berdasarkan rilisan resmi dari NASA (13/1), ukuran TOI 1338 b 6,9 kali lebih besar dari Bumi atau seperti antara ukuran Neptunus dan Saturnus. Planet ini terletak di konstelasi Pictor, yaitu sekitar 1.300 tahun cahaya dari Bumi. Sebagai pembanding, matahari dan Bumi berjarak antara 7 dan 9 menit cahaya.

Temuan Cukier ini ia padankan dengan Tatooine dari film ‘Star Wars’. “Jadi, jika kamu memikirkan rumah Luke, Tatooine dari ‘Star Wars’, seperti itu. Tiap matahari terbenam, akan akan ada dua bintang yang muncul,” ujarnya, dikutip dari CNBC (13/1).

“Saya sedang melihat data semua yang para relawan tandai sebagai gerhana biner, sebuah sitem dimana dua bintang mengelilingi satu sama lain dan dari pandangan kami saling perhadapan setiap orbit,” ujar Cukier.

“Sekitar tiga hari dalam magang saya, saya melihat sebuah sinyal dari sistem yang disebut TOI 1338. Awalnya saya pikir itu adalah gerhana bintang, tetapi waktunya salah. Ternyata itu planet,” ia bercerita tentang momen penemuannya itu.

TOI 1338 b adalah planet pertama yang ditangkap oleh sistem TESS yang dipertimbangkan sebagai planet sirkumbiner, atau planet yang mengorbit dua bintang. Tak hanya itu, diketahui pula bahwa kedua bintang tersebuy saling mengorbit satu sama lain tiap 15 hari. Dalam istilah astronomi, fenomena TOI 1338 b dan kedua bintangnya disebut dengan ‘eclipsing binary’ atau gerhana biner.

Penulis: Ananda Triana
Foto: NASA