Baru 500 Perusahaan di Kota Batu Sadar Asuransi

KOTA BATU – BPJS (Badan Penyelenggera Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan Cabang Malang terus memutar otak untuk meningkatkan angka partisipasi perusahaan-perusahaan di Kota Batu. Yang terbaru, MoU (Memorandum of Understanding) antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Kejaksanaan Negeri (Kejari) Batu diteken kemarin (6/6). Sejak awal, upaya tersebut memang disetting untuk mengatasi pemilik-pemilik usaha yang masih membandel.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Cahyaning Indriasari, menjelaskan bila langkah tersebut merupakan tahap lanjutan.

”Kerjasama ini dari pusat, yang kami tindak lanjuti ke daerah. Kerjasamanya terkait masalah penanganan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara,” terang dia. Kerja sama serupa menurutnya juga sudah dijalin tahun lalu.

Dilanjutkan terus dari tahun ke tahun, karena angka partisipasi perusahaan untuk mendaftarkan karyawannya dalam program BPJS masih kurang. Dari data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kota Batu, diketahui ada sekitar 23 ribu usaha warga. Dari total itu, hanya sebagian saja yang sudah mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan.

”Di Batu ini baru sekitar 500 an perusahaan yang sudah (ikut BPJD), jadi masih banyak sekali (yang belum),” ungkap Naning sapaan akrabnya.



Ia memastikan bila pihaknya tetap bertindak pada aturan yang berlaku. Naning lantas menyebut adanya undang-undang (UU) nomor 24 tahun 2011 tentang BPJS. ”Sanksi di undang-undang terserbut bisa denda Rp 1 Miliar sampai kurangan (penjara),” imbuh dia.

Di sisi lain, ia memastikan bila pihaknya tetap mengedepankan upaya persuasif. ”Kami diberikan wewenang untuk member surat pemberitahuan terlebih dahulu pada perusahaan yang tidak patuh itu, dari satu sampai dua. Baru setelah itu, kami lakukan kunjungan sebagai upaya persuasif,” jelas dia.

Bila upaya persuasif tersebut tidak digubris, langkah selanjutnya yakni meneribikan surat kuasa khusus (SSK) pada Kejari Batu.

”Pada 2018 saja kami berikan 107 SKK ke Kejaksaan, dari jumlah itu yang kami undang dan berikan sosialisasi hukum, 32 perusahaan akhirnya sudah mendaftar,” ungkap dia.

Sosialisasi yang kerap disampaikannya banyak membahas tentang manfaat keikutsertaan dalam program BPJS. Dengan biaya premi Rp 16.800 per karyawan per bulan, jaminan kecelakaan kerja dan kematian sudah bisa didapatkan.

”Justru kalau tidak ikut akan membuat biaya operasional perusahaan membengkak,” tambah dia.

Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejari Batu, I Nyoman Sugiartha, berharap agar lanjutan kerja sama yang diteken kemarin (6/6) bisa membuahkan hasil yang lebih.

”Pada 2017 lalu, dari 35 perusahaan yang kami panggil, ada sedikitnya 10 perusahaan yang sudah mendaftarkan diri,” tambah dia.

Hal serupa juga dilakukan tahun ini. Dari Januari sampai awal Juni ini, ada 107 perusahaan yang sudah dipanggil Kejari Batu. Dari total itu, ada 32 perusahaan yang sudah mendaftarkan diri.

Bila ditotal, dalam dua tahun Kejari sudah membantu keikutsertaan untuk 42 perusahaan. Nyoman pun tetap optimis bila kesadaran perusahaan-perusahaan di Kota Batu bakal meningkat.

”Yang banyak adalah, mereka mengaku berpendapatan kecil dan belum mampu membayar (biaya premi),” tambah dia.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Bayu Mulya
Foto: Istimewa