Bapak Desi di Puskesmas Cisadea Bisa Bantu Deteksi Risiko Bumil

KOTA MALANG – Tahun 2017 menjadi tahun yang mengerikan bagi Puskesmas Cisadea. Di akhir tahun itu, ada ibu hamil (bumil) yang meregang nyawa akibat pendarahan. Tak mau kecolongan lagi, Puskesmas Cisadea pada tahun awal tahun 2018 membuat sebuah program pemantauan bumil.

Program itu dinamai Bapak Desi atau Bapak-bapak Siaga Deteksi Risiko Tinggi Ibu Hamil. Tentu dari namanya, sudah dapat diketahui bahwa program ini dibuat agar para suami terlibat secara intensif mengawasi istrinya. Masing-masing suami diberi Kartu Desi untuk mencatat perkembangan bumil.

“Suami harus mengetahu bahwa ibu hamil perlu antenatal care atau periksa rutin. Termasuk minum pil tambah darah rutin dan mendeteksi risiko kehamilan,” terang Kepala Puskesmas Cisadea, Kustiningtyas.

Seluruh suami wajib mengingatkan istrinya untuk periksa ke Posyandu atau pelayanan kesehatan yang setiap bulan disediakan kader kesehatan. Untuk pil tambah darah suami juga harus memantau bahwa pil darah wajib diminum sehari sekali.

Jika terdeteksi hemoglobin kurang dari 11, maka wajib mengawasi konsumsi pil 2 kali sehari. Risiko ibu hamil juga rawan dialami ibu usia di atas 35 tahun. Stamina ibu usia tersebut harus selalu dikontrol.

“Dengan adanya program ini saya berharap bumil di wilayah Kelurahan Purwantoro dan Blimbing jangan sampai ada yang lolos. Kami nggak ingin kecolongan lagi, karena itu mengerikan,” tutupnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia