Banyak Relasi, Direkrut Bank, hingga Sukses Bisnis Hijab

MULTITALENTA: Wike Sakdiyah, Duta Hijab Radar Malang 2018, yang kini telah sukses di dunia kerja profesional.

Menyabet mahkota Duta Hijab Radar Malang (DHRM) 2018 tak pernah sama sekali tebersit dalam benak Wike Sakdiyah. Dia ikut mendaftar pada ajang yang diinisiasi Jawa Pos Radar Malang itu pun lebih karena coba-coba.

Modalnya, pengalaman satu kali ikut ajang kecantikan bertajuk Duta Kampus Universitas Negeri Malang (UM). Selain itu, juga ada dukungan dari keluarga serta orang-orang terdekat. Sehingga bungsu dari tiga bersaudara itu memantapkan hatinya ikut ajang Duta Hijab untuk kali pertama.

Nah, kejutan terjadi saat malam penganugerahan Duta Hijab Radar Malang (DHRM) 2018 pada 4 Maret  di Hall Malang City Point (MCP). Namanya terpilih menerima mahkota DHRM menyisihkan 197 peserta lainnya.  Dia bersaing dengan Nikmatul Uyun yang menjadi runner-up.

Kala itu rasa bahagia bercampur haru tidak dapat dia bendung. Malam itu hanya berjarak dua minggu dari hari ulang tahunnya yang ke-21, tepatnya pada 19 Maret. ”Itu adalah kado ulang tahun paling berkesan untuk diri saya,” terang sarjana Akuntansi UM tersebut.

Bukan sekadar juara yang membuatnya bangga ikut pada DHRM ini. Tapi, ada amanah besar yang harus dia emban selama setahun. Salah satu misi syiar agama lewat perilaku dan tindakan yang harus mencerminkan sebagai muslimah taat. Beban ini sebenarnya berat. Tapi, dukungan dari banyak pihak, terutama paguyuban DHRM yang dibina Belinda Ameliyah, membuatnya mampu menjalani dengan baik.

Ada salah satu pelajaran berharga yang dia ingat. Yakni, kalimat yang dilontarkan Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad dalam satu pelatihan kala itu. Yakni, DHRM 2018 adalah sekolah kedua bagi para finalis. ”Ternyata benar, di sini saya belajar banyak sekali tentang kehidupan,” ungkapnya.

Waktu satu tahun pun dia gunakan untuk menggeber berbagai kegiatan bersama 19 finalis lainnya. Seperti bakti sosial, event yang berhubungan dengan kecantikan, serta berbagai acara terkait keagamaan, khususnya di bulan Ramadan. Dia bersama DHRM 2018 juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk anak-anak panti asuhan. ”Saya dan teman-teman dari awal sudah berkomitmen untuk memberikan manfaat, baik untuk DHRM serta masyarakat luas,” ungkapnya.

Di tengah padatnya jadwal dengan berbagai kegiatan di DHRM 2018, rupanya kala itu Wike juga  harus disibukkan dengan kewajiban akademis. Yaitu, menyelesaikan skripsinya. Meski sempat merasa pesimistis, tapi dengan semangat diri sendiri serta dukungan dari para teman sejawatnya di DHRM 2018, dia dapat menyelesaikan masa studinya dalam waktu 3,5 tahun. ”Kalau bukan karena semangat dari orang-orang terdekat, mungkin perkuliahan saya tidak akan selesai,” imbuh dia.

Itu juga tidak terlepas dari dukungan yang selalu diberikan oleh kedua orang tuanya, Suyono dan Endang Sulistiyowati. ”Orang tua juga selalu mendukung saya karena mereka tahu kalau DHRM adalah wadah yang tepat untuk mengeksplor diri,” imbuh dia.

Selain itu, perempuan yang dulunya mudah minder itu berubah menjadi pribadi yang semakin percaya diri setelah tergabung dengan DHRM 2018. Dia juga menjadi seseorang yang lebih bertanggung jawab, bisa memahami karakter orang lain, serta lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru. ”Jika kita bisa beradaptasi dengan orang lain, maka relasi kita juga akan semakin luas,” imbuh Wike.

Relasi itulah yang hingga kini terus bertambah. Dan dia merasakan manfaatnya. Apalagi seusai mahkota DHRM diserahkan ke penggantinya, Farra Hira Mitha, DHRM 2019, Wike memutuskan untuk membuka bisnis fashion hijab dengan merek Wearing Your Style. Meski baru dirintis Agustus 2019, tapi kini bisnisnya telah memiliki lebih dari seribu pengikut di Instagram.

Menurut dia, itu salah satunya adalah berkat DHRM 2018. Karena selama gabung DHRM, dia juga banyak belajar tentang bisnis bersama Belinda. ”Relasi saya yang berhubungan dengan fashion sangat berkembang, menurut saya relasi itu sangat penting dalam menjalankan bisnis,” imbuhnya.

Tak hanya itu, karena kemampuannya di dunia akademis dan talenta lain, dia direkrut salah satu perusahaan perbankan. Karena sudah terbiasa menjalankan beragam aktivitas sehingga tugas sebagai karyawan bank berjalan, bisnisnya juga tetap berkembang. ARLITA ULYA KUSUMA (*/c2/abm)